Syahar Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Sidrap dalam Forum HLM Sulsel
3 min read
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif alias Syahar di Forum HLM Sulsel, Makassar, Kamis (7/5/2026). (Foto: Humas Diskominfo Sidrap)
Majesty.co.id, Makassar – Bupati Kabupaten Sidrap, Syaharuddin Alrif alias Syahar memaparkan lonjakan signifikan pertumbuhan ekonomi daerahnya yang melesat dari 4 persen pada tahun 2024 menjadi 7,7 persen pada tahun 2025.
Capaian Sidrap disampaikan Syahar dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan yang fokus pada stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026 di Kantor Gubernur Sulsel, Kota Makassar, Kamis (7/5/2026).
Peningkatan ekonomi Sidrap didorong oleh sektor pertanian melalui penerapan program IP 300 yang berhasil mendongkrak produksi gabah kering panen secara drastis.
Syahar menjelaskan bahwa kenaikan volume produksi tersebut berdampak langsung pada nilai ekonomi sektor pertanian di Bumi Nene Mallomo.
“Kami sampaikan bahwa di Kabupaten Sidrap, tahun 2024 pertumbuhan ekonominya hanya 4 persen. Tahun 2025 kami tingkatkan. Untuk pertanian ada namanya IP 300, makanya naik dari 400.000 ton menjadi 679.000 ton. Nilainya dari Rp2,2 triliun naik menjadi Rp4,6 triliun gabah kering panen,” ujar Syahar.
Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, Sidrap sempat menghadapi tantangan inflasi yang menyentuh angka 7 persen akibat faktor eksternal seperti kenaikan harga emas dan kebijakan subsidi listrik.
Namun, melalui serangkaian upaya konkret dan intervensi pasar, pemerintah daerah berhasil menekan angka tersebut hingga ke level 3 persen pada April 2026.
Syahar memastikan bahwa stok pangan, khususnya beras, saat ini berada dalam kondisi surplus besar dan siap menyuplai kebutuhan wilayah lain di Sulawesi Selatan.
Bupati Sidrap menjamin ketersediaan pangan di wilayahnya sangat aman, bahkan kapasitas gudang yang ada sudah mencapai batas maksimal.
“Stok pangan yang ada di Sidrap tadi sampaikan bahwa stok tertinggi yang ada di Sulawesi Selatan ada di Sidrap. Semua gudang penuh, bahkan kami sudah bikin gudang sewa,” ungkap Syahar.
Selain beras, produksi telur di Sidrap yang mencapai 5 juta butir per hari juga dipastikan terkendali dengan harga yang kini mulai melandai dibanding bulan sebelumnya.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, yang memimpin rapat tersebut menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan Bulog melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga tingkat kelurahan.
Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap delapan komoditas utama penyumbang inflasi guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran Kurban.
“Intervensi harus dilakukan secara maksimal, terutama pada komoditas seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, demi memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat jelang Iduladha,” tutur Fatmawati.
Senada dengan hal itu, Sekda Sulsel Jufri Rahman turut memberikan apresiasi atas langkah responsif para kepala daerah dalam melakukan pengawasan distribusi dan intervensi pasar.
Pemerintah Provinsi berharap sinergi antara segmen hulu dan hilir terus terjaga agar stabilitas harga pangan di Sulawesi Selatan tetap kondusif.
Langkah ini diharapkan menjadi jaminan bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok di tengah momentum hari besar keagamaan.
