06/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

Banyak Keracunan MBG, Kepala BGN: Masaknya Terlalu Cepat

2 min read
Terbaru, keracunan massal MBG terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua. Siswa dan penerima manfaat dibawa ke puskesmas.

Majesty.co.id

Ilustrasi. Suasana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Int)

Majesty.co.id, Jakarta – Banyaknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG membuat Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan upaya penataan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Terbaru, dugaan keracunan massal MBG terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua. Peristiwa itu dilaporkan terjasi pada Selasa (4/8/2026).

Melansir sejumlah pemberitaan, keracunan massal terjadi setelah siswa dan bayi mengonsumsi MBG dari dapur yang terafiliasi politisi Gerindra.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya menemukan beragam pelanggaran oleh dapur MBG terhadap Standar Operasional Prosedur atau SOP.

Salah satunya proses pengolahan makanan yang dilakukan jauh lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan.

Hal ini diduga menjadi pemicu keracunan, khususnya seperti yang terjadi di Papua.

“Kami melihat beberapa sebab, ini kita ngomong lebih umum, ada yang misalnya SOP-nya, dia masaknya kecepatan. Kalau di Papua, kita lihat dari lock, lock dapurnya itu kan, kita ada sistem locknya, dia kapan persiapan, kapan nyacah, kapan dimasak, itu ada,” ujar Sudaryono dalam siaran pers BGN, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, setiap laporan dugaan keracunan MBG selalu ditindaklanjuti melalui penghentian sementara operasional dapur terkait.

Dinas kesehatan setempat juga diterjunkan untuk menguji sampel makanan, dan investigasi guna mengetahui penyebabnya.

“Kita akan cari tahu gitu, kemudian KaSPPG-nya kami copot, dan kemudian kita investigasi, sebetulnya keracunannya karena apa,” kata Sudaryono.

Ia menegaskan bahwa BGN menempatkan setiap kasus keracunan sebagai kejadian yang fatal karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Oleh karena itu, BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap kasus keracunan dan terus melakukan berbagai langkah perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Sudaryono menegaskan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan terhadap SOP merupakan kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan.

BGN juga akan memperketat pengawasan terhadap seluruh proses operasional dapur MBG. Apabila ditemukan unsur kesengajaan, BGN akan menyerahkan penanganannya kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ini kan masalah kedisiplinan. Nah ini kita lagi cari formula. Kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian, dan memang kalau ada, ya kita serahkan semua,” tegasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.