05/06/2026

Majesty.co.id

News and Value

Tak Cuma Urus Ompreng, Dapur MBG Unhas Gagas Mobil Khusus-Intervensi Peternak

3 min read
Setiap fakultas sudah diminta oleh Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, untuk menyiapkan konsep pengembangan dapur MBG sesuai keahlian masing-masing.
Diskusi publik tentang dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Universitas Hasanuddin yang digelar di Graha Pena, Kota Makassar, Kamis (4/6/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar – Universitas Hasanuddin atau Unhas punya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau kerap disebut dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tiga pekan beroperasi, dapur MBG Unhas di Tamalanrea, Kota Makassar, diklaim bukan sekadar mengantar-jemput ompreng seperti umumnya SPPG.

Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk SPPG Unhas: Laboratorium MBG, Gizi Bangsa yang digelar di Graha Pena, Kota Makassar, Kamis (4/6/2026).

Tim Ahli SPPG Tamalanrea 14 Unhas, Veny Hadju mengatakan, kampus memutuskan mendirikan dapur MBG setelah melihat kualitas akademik yang dimiliki.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Unhas punya banyak ahli gizi, begitu juga soal strategi pangan untuk memasok MBG. Ini sekaligus menjadi sarana riset demi memperkaya program MBG se-Indonesia.

“SPPG di UNHAS ini jadi laboratorium yang bagus buat saya, dosen-dosen, peneliti dan mahasiswa. Kita akan libatkan semua,” ujar Veny Hadju yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Peternakan Unhas Syahdar Baba menjelaskan, pihaknya sejak awal menyiapkan dapur MBG dengan desain dari hulu ke hilir atau membangun sebuah ekosistem.

Setiap fakultas sudah diminta oleh Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, untuk menyiapkan konsep pengembangan dapur MBG sesuai keahlian masing-masing.

Khusus Fakultas Peternakan, lembaga ini ditugaskan merancang kebutuhan telur atau daging yang bernilai gizi tinggi di dapur MBG Unhas.

“Akhirnya kami mendesain itu sejak dari peternakan. Artinya ada intervensi terkait dengan pakan, ada intervensi terkait dengan kualitas pakan yang lebih, istilahnya ada feed suplement-lah yang diberikan sehingga kualitas telur yang dihasilkan itu adalah lebih baik lagi,” tutur Syahdar Baba.

Selain itu, hasil riset peneliti Peternakan Unhas diimplementasikan di level peternak untuk menghasilkan sebuah produk yang lebih bagus.

Menurutnya, rektor Unhas selalu mengingatkan dekan sejajaran agar membuat inovasi paling mutakhir terkait MBG ini.

Unhas bahkan berupaya memodifikasi mobil yang lebih efektif dan efisien untuk mengantar sajian MBG ke sekolah-sekolah.

“Bahkan yang lebih ekstrem, rektor sempat meminta Dekan Fakultas Teknik, coba Dekan Teknik itu teliti bagaimana cara membuat
mobil yang mendesain supaya lebih mudah di diantar ke sana,” katanya.

“Kemudian omprengannya jangan diimpor yah. Itu pikiran-pikiran yang berkembang. Menunjukkan bahwa kita ingin memberi kontribusi dalam ekosistem ini,” jelas Syahdar Baba.

Veny Hadjo menambahkan, Unhas sedang menyiapkan konsep kampanye agar penerima memanfaat memahami tentang kandungan gizi menu MBG dan manfaatnya untuk tubuh.

Unhas juga sudah menurunkan tim untuk mengukur berat dan tinggi badan siswa pasca menerima MBG.

“Karena ini baru mau jalan dua bulan, output SPPG Unhas belum dapat diukur. Tapi ke depan, kita akan memaparkan ekosistem yang dibangun Unhas ini,” tandas Veny.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.