17/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Kisah Ahmad Algazali, Lulusan RHIS Makassar Hafal 2 Juz Bercita-cita Jadi CEO

3 min read
Ia mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an RHIS Makassar pada tahun ini.
Ahmad Algazali bersama ibu saat wisuda Tahfidz atau Penghafal Al-Qur’an Ranu Harapan Islamic School (RHIS) di Hotel Claro, Kota Makassar. 

Majesty.co.id, Makassar – Ranu Harapan Islamic School (RHIS) sukses menggelar acara Wisuda Tahfidz atau Penghafal Al-Qur’an di Hotel Claro, Kota Makassar, pada Jumat (17/7/2026). Acara ini menjadi momen penuh kebanggaan bagi para siswa dan orang tua yang hadir.

Salah satu siswa RHIS yang mencuri perhatian dalam wisuda penghafal Al-Qur’an tersebut adalah Ahmad Algazali.

Ia mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz Al-Qur’an RHIS pada tahun ini.

Ahmad yang saat ini akan melanjutkan pendidikannya, membagikan pencapaian serta rencana masa depannya.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Rencana mau lanjut sekolah di Telkom. Saat ini saya sudah kelas 8,Alhamdulilah sudah 2 juz,” ungkap Ahmad.

Tantangan dan Disiplin dalam Menjaga Hafalan

Menjadi seorang penghafal Al-Qur’an tentu membutuhkan kedisiplinan dan komitmen yang kuat. Ahmad mengakui bahwa proses ini memiliki rintangannya tersendiri.

“Tantangannya ya kita berupaya mengulang kembali yang sudah dihafal dan mempertahankan hafalan,” jelasnya.

Untuk menjaga hafalannya, Ahmad menerapkan rutinitas harian yang ketat, meskipun ia dengan jujur mengakui masih ada kekurangan.

“Setiap hari selalu menghafal, rutin salat 5 waktu, Kadang-kadang tidak salat subuh,” kata Ahmad Algazali.

Di balik kesuksesan seorang anak, selalu ada peran besar dari orang tua. Ahmad menyadari betul bahwa capaian 2 juz yang ia miliki tidak lepas dari motivasi keluarganya, terutama sang ibu.

“Yang paling berperan mensupport saya selama proses penghafalan Al-Qur’an, kedua orang tua saya, khususnya mama. Tiap malam malahan mengingatkan saya. Bahkan kadang marah marah kalau tidak belajar. Alhamdulillah saya sudah 2 juz. Rencananya Insyaallah mau tamat Al-Qur’an,” tutur Ahmad.

Sebagai sosok yang paling tegas dalam mendukung Ahmad, sang ibu, Febriani (39 tahun), turut memberikan pesan dan harapannya kepada putranya tersebut.

Ia berharap Ahmad bisa mencapai target tertinggi, namun tak lupa mengingatkan kebiasaan sang anak di luar waktu belajar.

“Pesannya harus lebih banyak lagi hafalannya dan lebih diperlancar lagi hafalannya. Siapa tahu bisa cepat hatam hafal semua juz. Tapi kurang kurangi gamenya. Dia hobi main game. Olahraganya main futsal,” ucap Febriani.

Meski memiliki prestasi gemilang di bidang keagamaan sebagai penghafal Al-Qur’an, Ahmad ternyata memiliki visi masa depan yang sangat menarik di dunia profesional.

Febriani mengungkapkan bahwa anaknya memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian yang tinggi.

“Cita-cita dia mau jadi CEO, dia mau jadi bos, punya perusahaan sendiri dan mau buka lapangan pekerjaan. Pokoknya dia mau jadi owner. Tidak mau jadi pegawai negeri. Dia tidak mau terikat, dia maunya berdiri di atas kaki sendiri dan membuka lapangan kerja. Dia mau mengatur, bukan diatur,” tutup sang ibu dengan bangga.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.