Kawula17 Goes to School Makassar Perkuat Kemampuan Pelajar Berpikir Kritis
2 min read
Pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kota Makassar menyusun aspirasi dan rekomendasi solusi yang dipresentasikan di akhir kegiatan Kawula17 Goes to School. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Di tengah masa libur sekolah, sebanyak 120 pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Makassar memilih menghabiskan satu hari penuh untuk mengikuti Kawula17 Goes to School (KGTS) 2026.
KGTS 2026 yang diinisiasi Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) bersama AIESEC Universitas Hasanuddin (Unhas) ini digelar di Ruang Pola Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Kamis (9/7/2026.
Program KGTS 2026 mengajak pelajar mengasah kemampuan berpikir kritis melalui isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Jauh sebelum hari pelaksanaan, para peserta telah dibagi ke dalam kelompok lintas sekolah dan didampingi oleh trainer.
Selama sepekan, mereka mengikuti pre-test, berkenalan dengan anggota kelompok, serta mulai berdiskusi melalui grup pendampingan.
Saat kegiatan berlangsung, peserta diajak mengidentifikasi persoalan lingkungan di Makassar, menggali akar permasalahannya, berdialog langsung dengan komunitas lingkungan, hingga menyusun aspirasi dan rekomendasi solusi yang dipresentasikan di akhir kegiatan.
Research Fellow Kawula17, Hendra Mulyana, mengatakan antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa orang muda memiliki semangat belajar yang besar ketika diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Yang paling kami lihat adalah semangat peserta tidak hanya muncul di awal kegiatan, tetapi bertahan sampai akhir. Dari pembukaan, sesi diskusi, wawancara dengan komunitas, hingga presentasi ide, mereka terus aktif bertanya, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi. Padahal kegiatan ini berlangsung saat masa libur sekolah,” kata Hendra dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Organizing Committee President KGTS Makassar, Tria Rumaisyah Madani, menilai antusiasme tersebut bahkan telah terlihat sebelum kegiatan dimulai.
Menurutnya, grup pendampingan yang dibentuk bersama para trainer sudah dipenuhi diskusi sejak beberapa hari sebelumnya.
Peserta berdiskusi dalam kelompok lintas sekolah untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan, menelusuri akar masalah, dan menyusun rekomendasi solusi
“Bahkan sebelum hari pelaksanaan, grup peserta sudah sangat aktif berdiskusi. Saat kegiatan berlangsung, hampir semua peserta terlibat. Biasanya ada saja peserta yang lebih banyak diam, tetapi kali ini hampir seluruh kelompok aktif menyampaikan pendapat, bertanya, dan berdiskusi bersama,” kata Tria.
Kawula17 Goes to School merupakan program pendidikan kewargaan yang mendorong orang muda menjadi warga negara yang berpikir kritis dan partisipatif.
Dengan menjadikan isu lingkungan sebagai ruang belajar, peserta tidak hanya diajak memahami persoalan di sekitar mereka, tetapi juga belajar menyusun solusi berdasarkan proses analisis, dialog, dan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
