Makassar Libatkan 23 Kampus Perkuat Mitigasi-Penanggulangan Bencana
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (baju oranye) menyaksikan penandatanganan MoU 23 perwakilan kampus dengan BPBD Makassar pada Gladi Kesiapsiagaan Bencana di Anjungan MNEK, Makassar, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dengan menggandeng 23 perguruan tinggi atau kampus untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dan 23 perguruan tinggi dalam rangkaian Apel Kesiapsiagaan Bencana Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7/2026).
Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan diikuti unsur BPBD, TNI, Polri, Basarnas, perangkat daerah, relawan kebencanaan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan.
Dalam arahannya, Munafri menegaskan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Potensi bencana datang kapan saja, maka penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Munafri.
Ia mengatakan upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan daerah.
Menurut Munafri, apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Kegiatan ini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen, menyatukan langkah, menguji kesiapan personel dan sumber daya, serta memperkokoh sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Makassar,” katanya.
Ia mengungkapkan Kota Makassar memiliki sejumlah ancaman bencana, seperti banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga banjir rob yang dipengaruhi perubahan iklim. Karena itu, edukasi, simulasi, dan pelatihan kebencanaan harus terus dilakukan agar masyarakat mampu mengenali risiko dan merespons keadaan darurat secara cepat.
Munafri juga mengajak seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kerja sama dengan 23 perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kebencanaan melalui pengembangan sumber daya manusia.
“Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar,” ujarnya.
Fadli menjelaskan mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan sesuai kurikulum masing-masing perguruan tinggi, sehingga tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki pengalaman praktik dalam mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana.
“Mahasiswa akan belajar langsung di lapangan sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanggulangan bencana,” katanya.
BPBD menargetkan sedikitnya 1.000 mahasiswa dari setiap perguruan tinggi mengikuti program tersebut. Dengan demikian, sekitar 23.000 mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dasar di bidang kebencanaan dan menjadi agen edukasi serta mitigasi di tengah masyarakat.
Menurut Fadli, membangun ketangguhan daerah tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai potensi bencana.
“Ketangguhan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan kesiapan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap tercipta ekosistem kebencanaan yang melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas budaya sadar bencana sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap berbagai ancaman bencana.
