25/06/2026

Majesty.co.id

News and Value

Di DPRD Sulsel, PT SUS Pamerkan Desain Pabrik PSEL Makassar yang Ditolak Warga

2 min read
Desain pabrik PSEL PT SUS itu menunjukkan, pabrik ini memiliki 1 cerobong asap yang menjulang tinggi di sudut bangunan.
Manajer Relation PT SUS, Rizal Asjahad Rahman (kiri) memperlihatkan desain pabrik PSEL Tamalanrea dalam rapat dengar pendapat di kantor sementara DPRD Sulsel, Kota Makassar, Kamis (25/6/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya) 

Majesty.co.id, Makassar – Polemik proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Makassar masuk ke meja DPRD Sulawesi Selatan.

Proyek yang mendapat penolakan keras dari warga Kecamatan Tamalanrea itu dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi B DPRD Sulsel di Makassar, Kamis (25/6/2026).

RDP tersebut menghadirkan warga Tamalanrea yang tergabung dalam Geram PLTSa termasuk PT Sarana Utama Sinergy (SUS) sebagai investor proyek PSEL Makassar.

Dalam forum tersebut, Manajer Relation PT SUS, Rizal Asjahad Rahman, memaparkan rencana pembangunan fasilitas PSEL sekaligus memperlihatkan desain pabrik yang akan dibangun di Kota Makassar.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Mungkin bisa sosialisasi sedikit, kalau dibangun pabrik di sana, model bangunannya itu seperti ini,” ujar Rizal Asjahad Rahman sambil memperlihatkan foto desain PSEL PT SUS di hadapan peserya rapat.

Desain pabrik PSEL PT SUS itu menunjukkan, pabrik ini memiliki 1 cerobong asap yang menjulang tinggi di sudut bangunan.

Di sekelilingnya terlihat gedung berlantai 2 dengan sejumlah jendela. Pabrik PSEL Tamalanrea yang bakal digarap PT SUS berwarna coklat dan putih.

“Jadi yang dibangun nanti itu model bangunannya itu begini, kurang-lebih,”
Kira-kira kalau model bangunannya seperti ini, konsep baunya bagaimana?,” tutur Rizal yang merupakan mantan Direksi Perumda Parkir Makassar.

Saat Rizal memperlihatkan desain bangunan PSEL PT SUS, suasana rapat langsung riuh. Warga Tamalanrea tak percaya jika desain gambar akan sesuai di lapangan.

“Itu baru desain gambarnya pak. Bohong itu,” kata warga.

Di sisi lain, Rizal Asjahad mengakui sosialisasi pembangunan pabrik PSEL di Tamalanrea masih minim dilakukan.

“Terkait persoalan sosialisasi memang sejak awal kami anggap masih kurang. Seperti soal dampak yang disampaikan pak prof tadi memang harus kita pikirkan bersama,” jelasnya.

Senada dengan warga, Anggota DPRD Sulsel Mahmud menegaskan desain bangunan tak cukup dijadikan dasar bahwa PT SUS sudah taat aturan.

“Apakah model bangunannya itu sudah sesuai 4 aturan tadi. Biar bangunannya bagus tapi kalau lokasinya tidak memenuhi, ini tetap tidak sesuai aturan. Ini kita mau memenuhi semua, bangunan bagus, lokasi bagus,” ujar Mahmud.

Rapat dengar pendapat ini menghasilkan kesimpulan agar PT SUS menghentikan semua aktifitasnya sebelum masalah ini selesai.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.