10/08/2026

Majesty.co.id

News and Value

Polemik SCMP Sulsel: Dianggap Sekolah Inklusif, Kini Tanpa Siswa Nonmuslim

3 min read
SCMP Sulsel jadi sorotan setelah mundurnya calon siswa nonmuslim asal Parepare bernama, Jonathan Andrew Yau. Label Merah Putih diragukan.
Gedung Mulo sebagai lokasi SCMP Sulsel di Kota Makassar. (Foto: Tangkapan Layar/Youtube)

Majesty.co.id, Makassar – Sekolah Negeri Cendekia Merah Putih (SCMP) yang dikelola Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan menjadi sorotan luas setelah mundurnya calon siswa asal Kota Parepare bernama, Jonathan Andrew Yau.

Jonathan mengaku terpaksa mundur. Alasannya, ia disuruh memilih mengikuti program kerohanian bernuansa Islam di SCMP Sulsel. Padahal, anak 15 tahun ini beragama Kristen.

Informasi itu menggema di media sosial. NGO Sejuk yang berbasis di Jakarta, menyoroti pengelola SCMP yang menyaring siswa terbaik se-Sulsel bertindak diskriminatif terhadap siswa nonmuslim.

“Ironis, SMA yang menggabungkan Kurikulum Merdeka dan Cambridge Curriculum dengan tujuan mencetak siswa yang mampu bersaing secara global ini, justru memberlakukan praktik diskriminatif terhadap peserta didik selain Islam,” tulis pernyataan Sejuk dikutip Senin (10/8/2026).

Tanpa Nonmuslim, Diklaim Inklusif


Belakangan, Kepala Disdik Sulsel Andi Iqbal Najamuddin memberikan klarifikasi soal polemik Jonathan mundur dari SCMP.

Andi Iqbal mengeklaim, SCMP Sulsel adalah sekolah unggulan tingkat SMA yang inklusif dalam arti terbuka untuk seluruh agama. Sekolah berasrama ini hanya khusus pria.

“Sekolah ini (SCMP) sekolah inklusi termasuk semua agama diterima,” ujarnya kepada Majesty.co.id, Minggu (9/8/2026).

Iqbal menampik, pengelola SCMP Sulsel meminta Jonathan memilih ikut program kerohanian bernuansa Islam atau mundur.

Pihaknya cuma memberikan penjelasan menyeluruh tentang sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut. Termasuk program kerohanian.

Selain Jonathan, ada satu peserta non muslim yang lulus SCMP Sulsel tapi juga mengundurkan diri.

“Ada 2 kemarin yang daftar siswa non Islam, tapi yang satu lulus di sekolah lain dan tinggal Jonathan yang tetap lanjut,” kata mantan Kepala Biro Kesra Sulsel ini.

Dengan mundurnya Jonathan serta satu non muslim lainnya, maka semua siswa sekolah berlabel kebangsaan atau Merah Putih itu diisi pelajar beragama Islam. Jumlahnya 45 siswa.

Kata Iqbal, Jonathan tetap diundang mengikuti Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Nama Jonathan berada di peringkat dua dalam surat undangan yang dibagikan Iqbal. Tapi, ia mengklaim anak itu mundur atas izin orang tuanya.

“Ibunya yang mempertimbangkan untuk sukarela mundur,” jelas Iqbal.

Sebagai informasi, SCMP Sulsel dibuka untuk siswa SMA atau sederajat di seluruh daerah. Sekolah ini berlokasi di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 2, Kota Makassar.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.