21/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Waka DPRD Sulsel Pertanyakan Berkurangnya Proyek Jalan Batas Wajo-Sidrap Jadi 22 Km

2 min read
Hal tersebut disampaikan Sufriadi dalam rapat Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Bina Marga Sulsel, Rabu (15/7/2026).
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Sufriadi Arif. (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Sufriadi Arif, mempertanyakan pengurangan panjang penanganan ruas jalan provinsi Anabanua–Malake–Batas Sidrap yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Hal tersebut disampaikan Sufriadi dalam rapat Komisi D DPRD Sulsel bersama Dinas Bina Marga Sulsel, Rabu (15/7/2026).

Ia meminta penjelasan terkait perbedaan antara dokumen perencanaan dan realisasi pekerjaan di lapangan.

Menurut Sufriadi, dalam dokumen perencanaan ruas jalan Anabanua–Malake–Batas Sidrap bakal ditangani sepanjang sekitar 28 kilometer.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Namun, pada pelaksanaannya ruas yang dikerjakan hanya sekitar 22 kilometer.

“Kami membutuhkan penjelasan mengapa terjadi pengurangan panjang penanganan jalan tersebut. Masyarakat tentu mempertanyakan hal ini karena sebelumnya telah disampaikan bahwa ruas tersebut akan ditangani secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat di wilayah tersebut telah lama menantikan perbaikan infrastruktur jalan.

Bahkan, kata dia, Gubernur Sulawesi Selatan sebelumnya pernah menyampaikan bahwa seluruh ruas jalan provinsi di Kabupaten Wajo akan masuk dalam program penanganan sehingga menumbuhkan harapan besar di tengah masyarakat.

Selain itu, Sufriadi juga menyoroti penghentian sementara pekerjaan perataan jalan yang dilakukan secara sukarela oleh pihak yang disebutnya sebagai Dinas Karya. Menurutnya, pekerjaan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat dan tidak menggunakan anggaran APBD.

“Saya mendapat informasi pekerjaan itu diminta dihentikan sementara setelah adanya koordinasi dengan pihak dinas. Padahal, kegiatan tersebut murni inisiatif mereka untuk membantu masyarakat tanpa membebani APBD. Seharusnya langkah seperti ini mendapat dukungan,” katanya.

Ia menambahkan masyarakat telah menyampaikan surat terbuka kepada anggota DPRD dan mengundang mereka untuk meninjau langsung kondisi jalan.

Sufriadi berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pengurangan panjang penanganan ruas jalan tersebut.

Hal ini sekaligus mendukung langkah-langkah penanganan sementara agar aktivitas warga tidak terus terganggu sembari menunggu perbaikan secara menyeluruh.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.