06/09/2026

Majesty.co.id

News and Value

Mati Lampu Bergilir Masih Terjadi hingga 5 September, PLN Sulselrabar Cuma Bisa Minta Maaf

2 min read
Kata PLN, pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini dalam proses pemulihan. Tapi, mati lampu masih terjadi.
Ilustrasi. Kantor PT PLN UID Sulselrabar di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar – Listrik PT PLN (persero) di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) belum pulih alias masih terjadi mati lampu bergilir hingga Sabtu (5/9/2026) petang.

Di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, pemadaman bergilir menyasar sejumlah wilayah kecamatan.

Di sebagian Kecamatan Rappocini, Makassar, mati lampu terjadi sejak pagi pukul 10:00 WITA hingga siang pukul 14:30.

Padahal, General Manajer PLN UID Sulselrabar Edyansyah sempat menargetkan perbaikan sistem PLTU Jeneponto yang jadi sebab mati lampu bergilir bakal rampung pada 5 September hari ini.

Manajer Komunikasi PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan dalam keterangannya, Sabtu menyebut, kondisi pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi.

Niki mengatakan, satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem.

“Di sisi lain, daya mampu sejumlah pembangkit lainnya masih belum optimal sehingga kondisi pasokan sistem masih perlu dikelola secara hati-hati,” kata Niki dalam siaran pers.

Niki mengaku pihaknya memahami kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelanggan. PLN hanya bisa minta maaf atas kondisi tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh petugas PLN terus bekerja dan melakukan percepatan penanganan agar kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal,” kata Niki.

Sebelumnya, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Fajar Wasis menyebut, mati lampu bergilir seharusnya tidak terjadi jika PT PLN belajar dari pengalaman tahun 2023.

Saat itu, pemadaman listrik di wilayah Sulselrabar terjadi disebabkan debit air yang menurun.

“Dengan adanya pengalaman tersebut, PLN UID Sulselrabar seharusnya dapat melakukan langkah antisipatif dan menyiapkan solusi yang lebih efektif agar permasalahan yang sama tidak kembali terjadi dan membebani masyarakat,” kata Fajar dalam keterangannya usai demo di kantor PLN UID Sulselrabar, Jumat (4/9/2026).

Sehari sebelumnya, mahasiswa juga menuntut PT PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak mati lampu bergilir, khususnya pelaku UMKM.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.