Mahasiswa Unhas Disebut Diancam DO Gegara Kritik Dapur MBG Kampus, Rektorat buka Suara
3 min read
Universitas Hasanuddin atau Unhas di Tamalanrea, Kota Makassar. (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kabupaten Gowa disebut mendapat ancaman hingga drop out (DO) atau diberhentikan. Penyebabnya diduga karena kritik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik kampus.
Dugaan mahasiswa Unhas diancam DO pengkritik MBG, diunggah akun Instagram @pustakayuridis dengan kolaborasi @unhas.distopia pada Jumat (12/6/2026).
Konten akun anonim ini menarasikan, ancaman DO bermula dari postingan akun organisasi mahasiawa yang berisi kritik terhadap dapur MBG Unhas.
Unggahan itu disebut membuat tidak nyaman seorang alumni Teknik Unhas. Alumni ini diklaim mengurus dapur MBG Unhas atau SPPG 14 Tamalanrea hingga dicap “Kak SPPG” oleh akun unhas.distopia.
“Alumni itu kemudian diperintahkan oleh Dekanat Fakultas Teknik untuk mengidentifikasi & memberi ultimatum (ancaman Drop Out) kepada mahasiswa yang mengkritik program MBG yang dikelola Unhas,” demikian narasi konten akun pustakayuridis.
Ancaman DO itu pun akan ditindaklanjuti melalui Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) Fakultas Teknik jika mahasiswa masih saja nyaring mengkritik program tersebut.
Akun unhas.distopia menyebut, MKEM bakal menjerat mahasiswa dengan pasal perilaku tidak menyenangkan jika mengkritik MBG.
Konten itu disukai 4 ribu lebih akun hingga di-repost 601 pasca satu hari diunggah di Instagram.
Bantahan Rektorat Unhas
Kabid Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menampik informasi yang beredar mengenai ancaman skorsing maupun DO mahasiswa, khususnya terkait dapur MBG.
“Sehubungan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apapun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG,” kata Ishaq dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2026).

Menurutnya, Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan menyampaikan pendapat, serta ruang dialog yang sehat dan beretika di lingkungan kampus.
Dosen FISIP Unhas itu menyebut, kritik maupun masukan, dan aspirasi mahasiswa tetap menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola kampus.
“Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, serta melalui kanal komunikasi yang terbuka dan konstruktif,” pinta Ishaq.
Dalam kaitannya dengan isu pengelolaan SPPG di Kampus Unhas, pihak rektorat tetap membuka ruang pengawasan dan ruang kritik baik oleh mahasiswa maupun oleh komponen masyarakat sipil lainnya.
Untuk diketahui, SPPG 14 Tamalanrea yang dikelola Unhas baru beroperasi 2 bulan di area kampus.
Peresmian dapur MBG Unhas dilakukan langsung oleh Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana bersama Mendikti Saintek, Brian Yulianto pada Selasa (28/4/2026).
Unhas menjadi kampus pertama di Kota Makassar atau di luar Pulau Jawa yang mengelola dapur MBG.
