Kalahkan 21 Negara, Pelajar Makassar Ukir Prestasi Dunia di Panama Amerika
3 min read
Herson Rasyha Wilajaya (kiri) bersama Dubes RI untuk Panama, Hendra Halim usai menjuarai ALOHA International Mental Arithmetic Competition 2026. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar – Pelajar SMP IT Al Biruni Mandiri Makassar, Herson Rasyha Wilajaya (14 tahun), mengharumkan nama Indonesia setelah meraih gelar Grand Champion pada ajang ALOHA International Mental Arithmetic Competition 2026.
Kejuaraan aritmatika internasional itu digelar di Panama Convention Center, Panama, Amerika Tengah, pada 27 Juli 2026.
Herson, yang lahir di Majene, Sulawesi Barat, 18 Juni 2012, berhasil mengungguli sekitar 1.000 peserta dari 21 negara dalam kompetisi aritmetika mental bergengsi tersebut.
Siswa kelas IX SMP IT Al Biruni Mandiri itu merebut gelar Grand Champion setelah mampu menyelesaikan 70 soal hitung cepat dalam waktu kurang dari lima menit tanpa menggunakan alat bantu.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah, daerah, sekaligus Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81.
Persiapan Selama Dua Bulan Berbuah Manis
Keberhasilan Herson tidak diraih secara instan. Ia mempersiapkan diri selama hampir dua bulan, mulai April hingga pertengahan Juli 2026, dengan latihan intensif untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi berhitung.
“Ini merupakan pencapaian tertinggi dalam hidup saya, kerja keras, ketekunan dalam belajar akhirnya membuahkan hasil,” tegas Herson lewat pesan singkatnya, Rabu (29/7/2026).
Herson mengaku tidak menyangka mampu meraih gelar tertinggi dalam kompetisi yang diikuti ribuan peserta dari berbagai negara tersebut.
“Semoga prestasi ini mampu saya pertahankan dan menjadi bekal untuk menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” singkatnya usai bersilaturahmi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Panama, Hendra Halim.
Hendra Halim, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Herson.
Menurutnya, keberhasilan pelajar asal Sulawesi Barat yang menempuh pendidikan di Makassar itu menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
“Pencapaian Ananda Herson terbukti mendapat pengakuan dunia karena menyabet gelar Grand Champion di ajang berhitung cepat tanpa alat bantu,” terang Hendra.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar Indonesia untuk terus mengejar prestasi di bidang pendidikan.
“Selamat buat ananda dan pertahankan prestasi yang diraih dengan mengharumkan nama Indonesia,” kata Hendra saat menerima kunjungan Herson bersama rombongan di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Panama.
Direktur Pendidikan Al Biruni Mandiri School, Muhammad Arafah Kube, yang mendampingi Herson selama kompetisi di Panama, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya.
Menurutnya, persaingan dalam ajang tersebut sangat ketat, sehingga keberhasilan Herson menjadi Grand Champion merupakan hasil dari disiplin dan kerja keras selama menjalani latihan.
“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Ketekunan, kedisiplinan hingga kerja keras ananda Herson dalam belajar, semua terbayarkan tuntas dengan hasil yang sangat memuaskan dan membanggakan negara Indonesia,” terang Arafah.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi.
“Kami selalu menanamkan keyakinan kepada anak didik di sekolah bahwa setiap kerja keras yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil,” paparnya.
Arafah juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pelajar berprestasi agar mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
“Dunia pendidikan kita saat ini harus betul-betul diperhatikan, khususnya bagi pelajar yang berhasil membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia,” singkatnya.
Tentang Kompetisi ALOHA
ALOHA International Mental Arithmetic Competition merupakan kompetisi aritmetika mental tingkat dunia yang menguji kemampuan anak-anak berhitung cepat dan akurat menggunakan visualisasi otak tanpa bantuan alat hitung.
Kompetisi ini diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, nasional, hingga internasional dengan peserta dari berbagai negara di lima benua.
Selain menguji kemampuan berhitung, ajang ini bertujuan melatih konsentrasi, daya ingat, kemampuan berpikir logis, serta membangun rasa percaya diri peserta.
