13/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Hormati Angket, Politisi PAN Minta Pihak Tertentu Jangan Berambisi “Kudeta” Husniah Talenrang

2 min read
Jabal meminta masyarakat memberikan ruang kepada Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa untuk merampungkan proses itu terhadap Husniah.
Ilustrasi. Bupati dan Wakil Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin usai kegiatan upacara pada 30 Maret 2026. (Foto: Humas Gowa)

Majesty.co.id, Gowa – Wakil Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan, Jabal Nur, mengajak masyarakat Gowa tetap tenang menyikapi proses hak angket DPRD Gowa terhadap Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang yang saat ini masih bergulir.

Jabal Nur menegaskan hak angket DPRD Gowa merupakan mekanisme politik yang memiliki tahapan dan prosedur yang jelas hingga menghasilkan keputusan sesuai koridor hukum dan peraturan perundang-undangan.

“Semua proses hak angket di Gowa adalah proses politik dan pasti akan ada ujungnya. Semua akan dipastikan berada dalam koridor yang benar,” kata Jabal dalam keterangannya, Minggu (12/72/2026).

Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa untuk menjalankan tugasnya tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Menurutnya, apabila dalam proses politik tersebut ditemukan dugaan pelanggaran yang harus diproses secara hukum, maka hal itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum (APH).

“Kalau dalam proses politik ada yang perlu dibawa ke ranah hukum, biarkan aparat penegak hukum bekerja dengan caranya masing-masing. Masyarakat tidak perlu saling mengerahkan massa untuk berdemonstrasi,” ujarnya.

Jabal juga menyoroti adanya kelompok yang dinilai memiliki kepentingan politik untuk mengganti Husniah sebagai bupati sebelum seluruh proses hak angket selesai.

Ia mengimbau semua pihak agar tidak memaksakan pergantian kepala daerah melalui tekanan politik di luar mekanisme yang sedang berjalan.

“Kalaupun ada oknum atau kepentingan politik tertentu yang ingin mengganti Bupati Gowa, tidak usah terlalu berambisi. Tidak perlu sampai membuat spanduk penolakan saat bupati melakukan kunjungan kerja,” katanya.

Menurut Jabal, seluruh pihak sebaiknya menghormati proses politik yang sedang berlangsung dan menunggu hasilnya tanpa mencederai prinsip demokrasi.

“Tunggu saja proses politik yang ada. Jangan saling mencederai, atau kasarnya jangan memaksakan ‘kudeta’ di tengah jalan,” ujarnya.

Selain itu, Jabal turut menyoroti sosok Muhammad Basri alias Basri Kajang. Ia menduga Basri Kajang selama ini hanya memanfaatkan nama Bupati Gowa untuk kepentingan pribadi.

“Dugaan saya, apa yang dilakukan Basri Kajang selama ini hanya menjual-jual nama Bupati Gowa untuk kepentingan pribadinya,” kata Jabal.

Sebelumnya, keluarga besar Husniah juga menyampaikan 5 poin sikap terkait polemik Husniah Talenrang.

Salah satu yang ditekankan adalah mendukung pelaksanaan sidang pansus Hak Angket DPRD Gowa terhadap Husniah dan mempertegas tak ada perlindungan kepada politisi PAN tersebut.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.