Bahlil Bantah Ikut Sadap Prabowo, Sebut Fitnah untuk Rusak Golkar
3 min read
Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia pada pelantikan dan rapat kerja DPD I Golkar Maluku di Ambon. (Foto: Youtube/Kabar Golkar)
Majesty.co.id, Ambon — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar.
Bahlil menyampaikan bantahan itu saat melantik pengurus DPD I Partai Golkar Maluku di Kota Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Bahlil, tudingan tersebut merupakan upaya pihak tertentu untuk merusak citra Partai Golkar. Ia mengklaim kondisi konsolidasi dan elektoral partainya saat ini menunjukkan perkembangan positif.
“Hati-hati, kita Partai Golkar ini sekarang lagi pada on track bagus, konsolidasi kita bagus,” kata Bahlil dikutip dari kanal YouTube Kabar Golkar.
Ia kemudian membandingkan hasil survei elektoral Golkar saat ini dengan capaian partai tersebut setelah pemilu sebelumnya.
“Hasil survei sekarang biasanya itu pemilu baru selesai dua tahun survei kita itu angkanya di 7-8 persen maksimal di 9 persen. Sekarang double digit di angka 11,9 10 setengah sampai dengan 13 persen, double digit sekarang,” beber Bahlil.
Bahlil mengingatkan kader Golkar agar tidak terpengaruh oleh isu yang menurutnya sengaja diembuskan untuk menguji kekompakan internal partai.
Menurutnya, pihak yang menyebar informasi itu sedang menguji kekompakan kader Golkar yang merupakan partai koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
“Tapi saya sampaikan bapak ibu semua, saya tidak akan mundur sejengkal pun untuk menghadapi orang-orang yang ingin merusak partai. Jangan uji nyali kita nggak, jangan uji nyali kita,” tegas Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi tersebut.
Ia juga mempertanyakan tudingan keterlibatannya dalam penyadapan terhadap Prabowo. Bahlil menyatakan dirinya justru merasa ikut menjadi sasaran penyadapan.
“Jadi ingin mereka membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan,” tutur Bahlil.
“Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap. Abuleke ini asli Abuleke ini asli ilmu Abu Leke ini ya ini Abu Leke ini kreatif dikit gitu loh kreatif dikit.”
Bahlil turut meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut menyampaikan bukti secara terbuka. Ia juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut tuntas dugaan penyadapan tersebut.
“Kalau memang ada rapat itu siapa aja dibuka aja karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” tandas Bahlil.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
