Tanpa Perlawanan, Petugas Bongkar Lapak Penjual Kelapa di Rotterdam Makassar
3 min read
Petugas gabungan membongkar lapak penjual kelapa di Jalan Penghibur, Kota Makassar, Kamis (25/6/2026). (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Sebanyak 19 lapak pedagang kaki lima (PKL) penjual kelapa di kawasan Benteng Rotterdam hingga sekitar Kantor RRI dibongkar secara sukarela oleh pemiliknya, Kamis (25/6/2026).
Pembongkaran tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar.
Proses relokasi berlangsung tanpa tindakan represif dan diklaim berhasil melalui pendekatan humanis serta komunikasi intensif dengan para pedagang.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan seluruh pemilik lapak membongkar bangunannya secara sukarela setelah pemerintah melakukan sosialisasi dan komunikasi secara berkelanjutan.
“Saat ini ada kurang lebih 19 lapak yang kita lakukan penataan, mereka melakukan pembongkaran lapak sendiri secara mandiri. Karena pendekatan kita lakukan secara humanis dengan membangun komunikasi yang baik,” ujar Andi Irwan Bangsawan.
Menurutnya, pemerintah telah menjalankan seluruh tahapan sesuai prosedur, termasuk memberikan surat peringatan hingga tiga kali sebelum penataan kawasan dilakukan.
“Kami sudah memberikan peringatan sampai yang ketiga. Alhamdulillah pagi ini kita melakukan pembenahan secara bersama-sama, bukan penertiban atau pembongkaran secara paksa,” tuturnya.
“Pemilik lapak penjual kepala, mereka bersedia dibantu dan kita hadir membantu proses pemindahan,” lanjutannya.
Andi Irwan menjelaskan, penataan kawasan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2014 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.
Lokasi yang ditempati pedagang selama ini merupakan jalur pedestrian yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
“Petertiban ini, bagian dari pelaksanaan aturan daerah. Kawasan tersebut merupakan pedestrian atau fasilitas publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Alhamdulillah para pedagang memahami hal tersebut dan bersedia membongkar lapaknya secara mandiri,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap relokasi, Pemkot Makassar menyiapkan sekitar 30 armada truk untuk membantu pemindahan barang milik para pedagang.
Pemerintah juga menawarkan lokasi relokasi di kawasan Kampung Pasar Baru yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya.
“Kami sudah siapkan sekitar 30 armada untuk membantu mengangkut barang-barang mereka ke tempat yang mereka inginkan,” terangnya.
“Kami juga telah menyiapkan lokasi relokasi di sekitar Pasar kampung Baru. Kalau ada barang yang ingin dibawa ke sana, semuanya Pemerintah Kota bantu,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan keberhasilan relokasi tersebut tidak lepas dari komunikasi yang terus dibangun pemerintah bersama para pedagang.
“Alhamdulillah relokasi ini berlangsung aman dan damai, terjadi komunikasi yang baik dengan para pedagang,” tuturnya.
“Teman-teman pedagang kelapa sudah memahami maksud dan tujuan penataan kawasan ini sehingga mereka secara sukarela dan humanis membongkar lapaknya sendiri,” tambah Nanin.
Menurut Nanin, pihak kecamatan telah melakukan sosialisasi dan edukasi secara berulang sebelum relokasi dilaksanakan.
Pemerintah juga membuka ruang dialog untuk menampung masukan dari para pedagang.
“Kami memulai proses ini melalui tahapan yang cukup panjang. Pendekatannya humanis dan mengedepankan edukasi kepada pedagang,” jelasnya.
“Sosialisasi kami lakukan sampai tiga kali, selain itu kami juga terus membuka ruang komunikasi dan menerima masukan dari para pedagang,” lanjutanya.
Setelah proses pembongkaran selesai, kawasan tersebut akan ditata kembali melalui kolaborasi sejumlah instansi, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, PD Parkir, serta perangkat daerah terkait lainnya.
“Kita akan bersihkan dan tata kawasan ini dengan baik. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar kawasan ini menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
