Senior Golkar Sulsel Desak DPP Segerakan Musda, Singgung Kepentingan Pusat
4 min read
Ilustrasi. Kantor Golkar Sulsel di Jalan Amanagappa, Kota Makassar. (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Senior Partai Golkar Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri, meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar segera menetapkan jadwal Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel.
Menurutnya, ketidakpastian jadwal Musda Golkar Sulsel yang berlangsung hingga kini berpotensi mengganggu konsolidasi organisasi menjelang agenda politik ke depan.
Syamsul menyoroti masa kepengurusan DPD I Golkar Sulsel yang telah berakhir beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait pelaksanaan Musda.
“Ada kesan ini kok berlarut-larut, tidak ada ketegasan tentang jadwal Musda Golkar Sulsel yang pasti, padahal kepengurusan DPD I Golkar Sulsel sudah berakhir, sudah beberapa lama tapi belum ada schedule yang pas,” kata Syamsul Bahri dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab belum ditetapkannya jadwal Musda, apakah berasal dari DPP Golkar atau dari internal DPD I Golkar Sulsel.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka dinilai bisa berdampak pada proses konsolidasi partai di daerah.
“Saya kira kalau ini terus berlarut-larut tentu merugikan partai karena untuk konsolidasi agak terganggu, jadi saya berharap segera DPP Golkar mengambil sikap untuk menentukan kapan Musda Golkar Sulsel terselenggara itu harapan saya,” kata Syamsul.
Syamsul menilai kepentingan DPP Golkar di Jakarta dan pengurus daerah pada dasarnya tidak berbeda.
Kedua struktur sama-sama menginginkan kemajuan Golkar melalui peningkatan prestasi politik dan elektoral di berbagai tingkatan.
Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan partai dapat diukur secara kuantitatif melalui peningkatan jumlah kursi legislatif.
“Itu kan ukuran-ukuran kuantitatif terhadap keberhasilan kepemimpinan, oleh karena itu tentu kita berharap kepemimpinan di partai Golkar di DPD I dan DPD II kabupaten-kota adalah orang-orang yang bisa menentukan kemajuan-kemajuan itu,” jelas mantan Anggota DPR RI ini.
Ia menegaskan bahwa Musda merupakan forum yang tepat untuk mempertemukan berbagai pandangan terkait figur yang dinilai mampu memimpin Golkar Sulsel selama lima tahun ke depan.
Syamsul juga menepis anggapan adanya perbedaan kepentingan antara DPP dan pengurus daerah.
Menurutnya, yang terjadi lebih kepada perbedaan sudut pandang yang perlu dikomunikasikan dengan baik.
“Jadi sebenarnya kepentingannya sama, siapa orangnya itu masing-masing punya penilaian. Dari sudut pandang DPP Golkar begini dari sudut pandang DPD I, DPD II begini, tentu dipertemukan di musda, musda itu forum untuk mengambil keputusan yang terbaik diantara yang terbaik,” kata Syamsul.
Saat ditanya mengenai dukungan sejumlah DPD II terhadap kandidat tertentu, Syamsul menegaskan hal tersebut nantinya akan dibuktikan dalam forum Musda sesuai mekanisme organisasi.
“Jalankan saja sesuai aturan, kan ada aturan, ada tata tertib disepakati bersama, itulah yang menjadi acuan dalam menyelenggarakan musda, apakah voting, apakah aklamasi itu tergantung kesepakatan di forum, itu tidak usah diperdebatkan,” pinta Syamsul.
Ia mengingatkan agar seluruh pihak menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang selama ini menjadi salah satu paradigma Partai Golkar.
“Tidak boleh ada unsur pemaksaan dalam mengambil keputusan, itu tidak demokratis. Golkar itu demokratis, salah satu paradigma dari Partai Golkar itu adalah paradigma demokrasi,” katanya.
Menurut Syamsul, dinamika politik menjelang Musda merupakan hal yang wajar.
Namun, seluruh perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan saling menghormati.
Maka dari itu, Syamsul kembali meminta DPP Golkar segera menetapkan jadwal Musda agar partai memiliki kepemimpinan definitif dan dapat fokus melakukan konsolidasi organisasi.
“Saran saya segera DPP Golkar mengomunikasikan secara baik sehingga agenda musda itu dapat segera ditetapkan, siapa calonnya biarlah mekanisme yang menentukan, jangan gara-gara masih beda pendapat sehingga ditahan-tahan terus tentu akan merugikan schedule konsolidasi organisasi,” pungkas Syamsul.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M. Said memastikan pihaknya mengajukan jadwal musda setelah merampungkan konsolidasi pada setiap daerah pemilihan DPR RI.
Konsolidasi Golkar Sulsel pada tiga dapil telah usai. Temu kader di Kabupaten Soppeng pada 16 Mei 2026 menjadi penutup agenda Muhidin Cs sebelum musda.
