Jelang Panen, Bupati Luwu Timur Wajibkan Gabah Dibeli Minimal Rp6.500
2 min read
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam alias Ibas saat panen padi di Balai Penyuluhan Pertanian pada 2025. (Foto: Majesty.co.id/Huzein)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Bupati Kabupaten Luwu Timur Irwan Bachri Syam alias Ibas menegaskan gabah petani wajib dibeli dengan harga minimal Rp6.500.
Harga beli gabah dibahas Ibas saat memimpin rapat persiapan panen dan pengawasan stabilitas harga tahun 2026 di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Selasa (14/4/2026).
Rapat ini dihadiri Perum Bulog Cabang Palopo, pimpinan OPD terkait, para camat, pengurus Perpadi, koordinator BPP, serta ketua Gapoktan dan pengurus kelompok tani se-Kabupaten Luwu Timur.
Dalam arahannya, Ibas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program pro-petani.
“Jika kita peduli dan bersama-sama menjalankan program pemerintah, maka tidak ada yang sulit. Kendala yang ada akan menjadi perhatian kami,” ujar Ibas.
Ibas mengingatkan seluruh pihak untuk turun langsung dan mengawal proses panen yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Mei hingga Juni 2026.
Ibas menyoroti masih adanya laporan mengenai pembelian gabah di bawah standar yang merugikan petani.
“Panen ini harus kita awasi dan kawal dengan baik. Masih ada petani yang mengeluh karena harga pembelian di bawah harga standar Rp6.500. Ini tidak boleh terjadi,” tuturnya.
Orang nomor satu di Bumi Batara Guru tersebut secara tegas melarang para tengkulak maupun pihak pembeli untuk memainkan harga di bawah ketetapan pemerintah daerah.
“Rp6.500 merupakan harga terendah. Tidak boleh ada pembelian di bawah harga tersebut dengan alasan apa pun,” tegas Ibas.
Sementara itu, Perwakilan Perum Bulog Cabang Palopo, Iskandar Sulkarnain, mengungkapkan bahwa stok beras saat ini berada di angka 49 ribu ton, yang merupakan cadangan tertinggi sepanjang sejarah.
“Ketahanan stok sangat tinggi, dengan penyaluran ke wilayah Luwu Raya sekitar 2.000 ton. Secara umum, stok di Sulawesi Selatan sangat mencukupi dan stabil, tinggal kapasitas gudang masih menjadi kendala,” jelas Iskandar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Perpadi Luwu Timur, I Wayan Selamet, menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pemerintah sangat dibutuhkan agar penyerapan hasil pertanian masyarakat dapat berjalan optimal tanpa merugikan pihak mana pun.
Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis bersama seluruh peserta untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif menghadapi musim panen guna memastikan kesejahteraan petani di Luwu Timur tetap terjaga.
