Polres Takalar Periksa Saksi Tewasnya 2 Anak di Sekolah Rakyat Prabowo
3 min read
Ilustrasi garis polisi dan tangkapan layar proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar. (Foto: Canva/Instagram/sr_takalar)
Majesty.co.id, Takalar – Kasus tewasnya 2 anak di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru.
Polres Takalar sudah memeriksa 4 orang saksi terkait insiden yang merenggut dua anak diduga tenggelam di septic tank proyek Sekolah Rakyat.
Proyek Sekolah Rakyat, sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, digarap oleh PT Nindya Karya (Persero) di Takalar. Tragedi tewasnya dua anak itu terjadi pada Rabu (28/5/2026).
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar, Iptu Harinyanto kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026), membenarkan adanya pemanggilan saksi oleh penyidik.
“Benar, saat ini sudah ada empat saksi yang kami panggil untuk dimintai keterangan. Proses penyelidikan masih berjalan untuk mengumpulkan fakta dan mengetahui secara pasti kronologi kejadian,” ujar Harinyanto.
Menurutnya, pemeriksaan saksi dilakukan sebagai bagian dari upaya penyidik untuk mengungkap ada tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang diduga menjadi penyebab dua bocah tersebut kehilangan nyawa.
Penyidik juga mendalami aspek pengamanan dan standar keselamatan kerja di lokasi proyek, termasuk keberadaan lubang galian septic tank yang diduga menjadi tempat kedua korban ditemukan meninggal dunia.
“Kami masih melakukan pendalaman. Semua pihak yang berkaitan dengan proyek akan dimintai keterangan sesuai kebutuhan penyelidikan,” katanya.
Hingga kini, Polres Takalar masih terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti guna memastikan apakah terdapat unsur kelalaian yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah dua bocah dilaporkan meninggal dunia di area proyek yang sedang dikerjakan.
Warga setempat menilai lokasi proyek seharusnya memiliki sistem pengamanan yang memadai untuk mencegah masyarakat, terutama anak-anak, masuk ke area berbahaya.
Sebelumnya, sejumlah warga mendesak Polres Takalar segera meningkatkan penanganan kasus tersebut agar penyebab pasti kematian kedua korban dapat terungkap secara transparan dan profesional.
Salah seorang warga Takalar, Daeng Liwang, menilai peristiwa tragis tersebut tidak bisa dianggap sebagai musibah biasa. Menurutnya, perlu dilakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengelolaan dan pengamanan lokasi proyek.
“Kasus ini harus ditangani secara serius. Jika ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, maka aparat penegak hukum perlu menerapkan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Daeng Liwang, Sabtu (30/5/2026).
Ia menilai penyidik perlu terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan keberadaan galian septic tank di area proyek tersebut.
Menurutnya, proses hukum harus dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan perkara, termasuk hasil pemeriksaan saksi, barang bukti, maupun temuan lain yang diperoleh selama penyelidikan.
“Publik berhak mengetahui sejauh mana proses penanganan kasus ini. Transparansi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” katanya.
Peristiwa ini menjadi perhatian luas masyarakat karena melibatkan dua anak balita yang diduga kehilangan nyawa akibat tenggelam di area proyek yang masih dalam tahap pembangunan.
Warga berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum lainnya.
Diketahui, jajaran Satreskrim Polres Takalar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis “Police Line” di lokasi galian tempat kedua korban ditemukan.
