Dramatis! Lima Penambang Emas Selamat Setelah 11 Hari Terjebak di Gua Laos
2 min read
Tangkapan layar. Proses evakuasi 5 penambang emas yang terjebak di gua sedalam 300 meter di Xaysomboun, Laos. (Foto: Instagram/mikkopaasi)
Majesty.co.id – Operasi penyelamatan dramatis berhasil dilakukan terhadap lima penambang emas yang terjebak selama 11 hari di dalam gua tambang emas terlantar di Provinsi Xaysomboun, Laos bagian tengah.
Melansir BBC, Peristiwa bermula pada Selasa (19/5/2026) ketika delapan warga desa memasuki kompleks gua di wilayah pegunungan Xaysomboun untuk mencari bijih emas.
Namun sehari kemudian, Rabu (20/5/2026), hujan lebat memicu banjir bandang yang membanjiri lorong-lorong tambang dan menutup akses keluar-masuk gua.
Akibatnya, tujuh penambang lokal dilaporkan terjebak di dalam tambang emas yang sudah lama ditinggalkan tersebut. Sementara satu orang lainnya berhasil keluar sebelum jalur evakuasi tertutup banjir.
Tim penyelamat kemudian melakukan pencarian intensif di tengah kondisi medan yang sangat berbahaya.
Setelah tujuh hari operasi pencarian, posisi para korban akhirnya berhasil dideteksi pada Rabu (27/5/2026).
Lima penambang ditemukan bertahan hidup di sebuah ruang udara yang berada sekitar 300 meter dari mulut gua.
Sementara dua penambang lainnya diketahui berada di lokasi terpisah dan hingga kini masih dalam pencarian.
Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Pada Jumat (29/5/2026), tim berhasil mengeluarkan satu korban dari dalam gua.
Sehari kemudian, Sabtu (30/5/2026), empat korban lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat setelah terjebak selama 11 hari.
Salah satu penyelam gua yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini adalah Mikko Paasi, penyelam asal Finlandia yang sebelumnya turut berperan dalam misi penyelamatan 12 pemain sepak bola dan pelatih mereka di Gua Tham Luang, Thailand, pada 2018.
Melalui akun Instagram miliknya @mikkopaasi, ia mengungkapkan beratnya medan yang harus dihadapi tim penyelamat.
Selain jarak tempuh yang panjang, mereka harus berjuang melawan air banjir yang menyebabkan jarak pandang sangat terbatas, lorong-lorong sempit yang membatasi pergerakan, ancaman longsoran susulan, hingga risiko gas beracun dan minimnya kadar oksigen.
Untuk memastikan keselamatan proses evakuasi, tim tidak langsung menyelam ke dalam gua.
Mereka terlebih dahulu memasang pompa untuk menyedot air, membuat ventilasi udara, serta menarik kabel komunikasi dan jaringan Wi-Fi hingga ke titik penyelaman agar koordinasi dapat berjalan lancar.
Operasi penyelamatan ini melibatkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari penyelam gua internasional, tim penyelamat berpengalaman dari Thailand yang dikenal memiliki keahlian khusus dalam penyelamatan gua, tim lokal Laos, hingga dukungan penuh pemerintah setempat.
Peristiwa ini mengingatkan dunia pada tragedi sekaligus kisah heroik penyelamatan di Gua Tham Luang, Thailand, pada 2018.
Saat itu, 12 remaja anggota tim sepak bola bersama pelatih mereka terjebak selama 18 hari di dalam gua yang terendam banjir sebelum akhirnya berhasil diselamatkan melalui operasi internasional yang menyita perhatian dunia.
