Andi Amri raih Doktor Unhas setelah Teliti 400 Koperasi Syariah
5 min read
Ketua KSPPS Bakti Huria Syariah, Andi Amri Bakti saat promosi doktor di kampus Unhas. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Penyaluran modal tidak selalu menjamin keberhasilan pengembangan usaha. Kemampuan mengelola keuangan, memahami keputusan finansial, dan memanfaatkan teknologi turut berkaitan dengan pertumbuhan bisnis, termasuk usaha yang dijalankan anggota koperasi syariah.
Persoalan tersebut menjadi fokus penelitian Ketua KSPPS Bakti Huria Syariah, Andi Amri Bakti, dalam disertasi yang dipaparkannya pada ujian promosi doktor di Kampus Unhas, Kota Makassar, Kamis (29/10/2026).
Melalui penelitian berjudul Analisis Pengaruh antara Green Financial Management dan Literasi Keuangan terhadap Pengembangan Usaha melalui Adopsi Teknologi: Studi Empiris pada KSPPS Bakti Huria Syariah, Sulawesi Selatan, Andi Amri menelaah hubungan pengelolaan keuangan berorientasi keberlanjutan, literasi keuangan, dan penggunaan teknologi dengan pengembangan usaha anggota koperasi.
Penelitian itu berangkat dari persoalan bahwa pembiayaan yang diterima anggota belum tentu sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan usaha.
Dalam penelitian pendahuluan terhadap 100 anggota KSPPS Bakti Huria Syariah, rata-rata omzet usaha tercatat meningkat 34,83 persen, keuntungan bersih naik 41,65 persen, dan aset usaha bertambah 19,82 persen.
“Namun, hanya 40 persen anggota yang menggunakan seluruh dana sesuai tujuan pembiayaan. Selain itu, sebanyak 30 persen responden pernah mengalami keterlambatan pembayaran,” kata Andi Amri dalam keterangannya.
Menurut Amri, kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan modal di tengah perkembangan usaha anggota koperasi.
Sebagian anggota juga menghadapi kebutuhan mendesak sehingga dana pembiayaan tidak seluruhnya digunakan untuk aktivitas produktif sesuai rencana awal.
Fenomena itu mendorong Andi Amri meneliti lebih jauh faktor-faktor yang berkaitan dengan kemampuan anggota mengembangkan usahanya.
Teliti 400 Anggota Koperasi Syariah
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 400 anggota aktif KSPPS Bakti Huria Syariah yang menerima pembiayaan dan menjalankan usaha.
Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi SmartPLS 4.
Penelitian tersebut menguji hubungan langsung Green Financial Management dan literasi keuangan dengan pengembangan usaha, sekaligus menelaah peran adopsi teknologi sebagai variabel penghubung.
“Hasil analisis menunjukkan seluruh tujuh hipotesis penelitian memperoleh dukungan empiris dengan hubungan positif dan signifikan,” ungkap Andi Amri.
Koefisien hubungan langsung Green Financial Management dengan pengembangan usaha tercatat sebesar 0,220, sedangkan literasi keuangan sebesar 0,195.
Kedua variabel tersebut juga memiliki hubungan positif dengan adopsi teknologi, masing-masing dengan koefisien 0,408 dan 0,415.
“Temuan paling menonjol terlihat pada hubungan langsung adopsi teknologi dengan pengembangan usaha yang memiliki koefisien jalur sebesar 0,531,” katanya.
Nilai tersebut merupakan yang terbesar di antara jalur langsung menuju pengembangan usaha dalam model penelitian.
Sementara itu, hubungan tidak langsung Green Financial Management dengan pengembangan usaha melalui adopsi teknologi mencapai 0,217. Adapun hubungan tidak langsung literasi keuangan melalui teknologi tercatat sebesar 0,221.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa adopsi teknologi menjadi salah satu variabel penghubung penting antara kemampuan pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha anggota koperasi.
Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan 52,5 persen variasi pengembangan usaha anggota. Sementara Green Financial Management dan literasi keuangan menjelaskan 30,7 persen variasi adopsi teknologi.
Meski demikian, karena menggunakan data dari satu periode pengamatan, hasil penelitian menunjukkan hubungan statistik dan belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara definitif.
Temuan Penelitian Dibahas dalam Ujian Promosi Doktor
Relevansi hasil penelitian dengan praktik pengelolaan usaha turut menjadi perhatian dalam ujian promosi doktor Andi Amri.
Promotor Muhammad Ali mempertanyakan tingkat keyakinannya terhadap hasil penelitian. Sementara Mursalim Nohong menyoroti sejauh mana temuan tersebut dapat diterapkan dalam praktik bisnis.
Menanggapi pertanyaan itu, Andi Amri menyatakan sangat yakin terhadap hasil penelitiannya karena dinilai sejalan dengan pengalaman pengelolaan KSPPS Bakti Huria Syariah, khususnya dalam memperkuat kapasitas usaha anggota melalui kesiapan teknologi.
Penguji Indrianawati Usman juga mempertanyakan urgensi menghubungkan Green Financial Management, literasi keuangan, dan teknologi dalam satu model penelitian.
Andi Amri menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari fenomena empiris ketika sebagian anggota koperasi belum optimal memanfaatkan pembiayaan untuk kepentingan usaha.
Karena itu, kemampuan finansial dan pemanfaatan teknologi perlu ditelaah sebagai aspek yang saling berkaitan dalam mendukung pengembangan bisnis anggota.
Pembahasan akademik juga menyoroti hubungan penggunaan teknologi dengan persepsi manfaatnya, sebagaimana menjadi perhatian Abdul Rahman Kadir.
Sementara penguji eksternal Fauzi R. Rahim mengangkat persoalan tindak lanjut peningkatan kemampuan finansial agar memberikan manfaat lebih luas bagi anggota koperasi.
Diskusi tersebut mengarahkan pembahasan tidak hanya pada hasil pengujian statistik, tetapi juga pada tantangan penerapan temuan penelitian dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Dorong Pendampingan Anggota Setelah Pembiayaan
Salah satu rekomendasi utama dalam disertasi Andi Amri adalah memperkuat pendampingan anggota setelah pembiayaan disalurkan.
Pendampingan tersebut dapat mencakup perencanaan keuangan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan transaksi, pengendalian arus kas, serta penggunaan dana sesuai tujuan pembiayaan.
Anggota koperasi juga dapat diperkenalkan pada aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan transaksi digital secara bertahap, dengan mempertimbangkan skala usaha serta kemampuan masing-masing.
Selain itu, perkembangan usaha perlu dipantau secara berkala melalui indikator omzet, keuntungan, aset, arus kas, dan ketepatan pembayaran.
Melalui pendekatan tersebut, koperasi diharapkan dapat mengenali kendala yang dihadapi anggota sekaligus menyesuaikan bentuk pendampingan berdasarkan kebutuhan usaha.
Dengan demikian, peran koperasi tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas anggota agar mampu mengelola modal secara lebih produktif dan terarah.
Penelitian Andi Amri memberikan kontribusi empiris dalam memahami hubungan pengelolaan keuangan berorientasi keberlanjutan, literasi keuangan, adopsi teknologi, dan pengembangan usaha anggota koperasi syariah.
Namun, karena penelitian dilakukan dalam satu lingkungan kelembagaan, hasilnya belum dapat digeneralisasi secara statistik kepada seluruh koperasi syariah di Indonesia.
“Penelitian lanjutan pada lembaga berbeda dan pengamatan jangka panjang masih diperlukan untuk menguji keberlanjutan temuan serta efektivitas program pendampingan yang direkomendasikan,” pungkas Andi Amri.
Disertasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menempatkan pembiayaan sebagai bagian dari proses pengembangan usaha yang lebih luas. Selain akses modal, anggota koperasi membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan dan kesiapan teknologi untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (*)
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
