26/06/2026

Majesty.co.id

News and Value

Wali Kota Makassar Janji Tambah Kesejahteraan 153 Imam Kelurahan

3 min read
Selain pemberian insentif, Pemkot Makassar juga memastikan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi para imam melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melantik 153 Imam Kelurahan di Masjid Al Markaz, Jumat (26/6/2026). (Foto: Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan imam kelurahan sebagai bagian dari penguatan fungsi keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Tabligh Akbar dan Pelantikan Imam Kelurahan se-Kota Makassar di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf, Kamis (25/6/2026).

Selain pemberian insentif, Pemkot Makassar juga memastikan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi para imam melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita bersyukur hari ini dapat bersama-sama menyaksikan pelantikan imam kelurahan yang akan menjadi bagian penting dalam pembinaan masyarakat di tingkat akar rumput,” ujar Munafri.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Menurutnya, imam kelurahan memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya memimpin ibadah tetapi juga menjadi teladan dan penggerak kehidupan sosial masyarakat.

“Tugas menjadi imam memiliki tanggung jawab moral yang besar, tanggung jawab terhadap umat, serta tanggung jawab menjalankan syariat Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW,” katanya.

Munafri menegaskan pelantikan imam tidak boleh dimaknai sekadar seremoni. Para imam diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

“Imam harus mampu mengikuti perkembangan zaman, memahami era digitalisasi, memiliki wawasan yang luas,” jelasnya.

Ia juga mendorong optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Imam masjid harus menjadi simbol masyarakat di wilayahnya, menjadi tokoh yang mampu mengajak masyarakat berdiskusi, menyelesaikan persoalan dan masjid sebagai pusat interaksi sosial,” tuturnya.

Munafri menambahkan, para imam yang telah dilantik akan dievaluasi secara berkala.

“Tentu akan ada evaluasi, mereka telah melalui proses penjaringan dan pengujian sehingga menghasilkan imam yang kita harapkan. Namun jabatan ini bukan jabatan seumur hidup, tentu akan dilakukan evaluasi,” tutup Appi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham berharap para imam mampu menjalankan amanah dengan baik dan menjadi pemersatu masyarakat.

“Saya berharap para imam yang dilantik hari ini dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, menjadi teladan dalam akhlak, serta hadir sebagai pembimbing dan pemersatu masyarakat,” singkat Aliyah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan sebanyak 153 imam kelurahan dihimpun dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri dari imam periode 2024–2029 yang kembali dikukuhkan dan 103 imam baru untuk masa bakti 2026–2031.

“Setelah pelantikan ini mereka langsung bekerja,” ujar Syarief.

Menurutnya, para imam akan mendapat pembinaan dan evaluasi berkala serta perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan dan kesejahteraan para Imam Kelurahan yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat,” katanya.

Ke depan, peran imam kelurahan akan disinergikan dengan berbagai program keagamaan Pemkot Makassar, termasuk implementasi Peraturan Daerah tentang Baca Tulis Al-Qur’an dan Pengelolaan Pesantren.

“Peran Imam Kelurahan akan semakin strategis karena mereka akan ikut mendukung pelaksanaan berbagai program keagamaan,” tutup Syarief.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.