Tok! DPRD Gowa Sahkan Usulan Hak Angket, Tak Bergeming Demo Bela Husniah Talenrang
2 min read
Kolase foto. Massa demo bela Bupati Gowa dan rapat paripurna pengusulan hak angket di kantor DPRD Gowa, Senin (25/5/2026). (Foto: Majesty.co.id/Suedi)
Majesty.co.id, Gowa – Aksi unjuk rasa mewarnai rapat paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) tentang pengusulan dan penetapan hak angket.
Demo pro Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang itu berlangsung di depan Kantor DPRD Gowa, Jalan Masjid Raya, Somba Opu, Senin (25/5/2026) siang.
Pantauan Majesty di lokasi, massa pembela atau pro bupati Husniah Talenrang ini tergabung dalam Rembuk Pemuda Kabupaten Gowa.
Menggunakan mobil komando, massa melakukan orasi secara berganti menuntut agar anggota DPRD Gowa tidak terlalu ikut campur dalam persoalan pribadi Bupati Gowa.
Massa pro Husniah ini menilai agar DPRD Gowa terlalu jauh mengambil langkah menggunakan Hak Angket.
Sebagaimana diketahui, Husniah Talenrang disorot dugaan perselingkuhan serta mencabut beasiswa terhadap salah satu penerima di Kabupaten Gowa.
Massa menilai bahwa, isu perselingkuhan itu tidaklah benar sehingga perlu menimbang dalam penggunaan hak angket.
“Isu perselingkuhan ini tidaklah benar, juga pernah diklarifikasi oleh ibu Bupati Gowa,” kata salah satu massa dalam orasinya.
Ia juga menilai bahwa Husniah Talenrang adalah orang yang bijaksana sehingga mana mungkin melakukan pencabutan tanpa ada alasan.
“Bupati Gowa bukanlah orang bodoh begitu saja mencabut beasiswa itu, betul kawan-kawan,” jelasnya.
Meski begitu, demonstrasi tersebut tidak memengaruhi pimpinan serta anggota DPRD Gowa untuk menetapkan pengusulan Hak Angket untuk dibahas dalam bentuk pansus.
Semua Fraksi di DPRD Gowa menyatakan setuju pengusulan Hak Angket. Fraksi NasDem misalnya, menyetujui usulan Hak Angket sebagai bagian dari pengawasan dewan.
“Fraksi NasDem memandang, hak angket merupakan bagian dari hak konstitusi dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah,” ujar juru bicara Fraksi NasDem Rizkiyah Hijaz.
Dari pantauan di lokasi, aparat kepolisian dan massa aksi sempat saling dorong saat massa aksi mencoba membakar ban namun dihalangi petugas yang mengawal jalannya aksi.
Aksi uunjuk rasa ini dikawal sekitar 723 aparat gabungan TNI-Polri. Sementara di dalam forum rapat paripurna hingga kini masih berlangsung.
Penulis: Suedi
