Unismuh Makassar Jadi Kampus Swasta Terbaik Indonesia Timur Versi Times Higher Education
4 min read
Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. (Foto: Google Local Guide)
Majesty.co.id, Makassar — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat kenaikan peringkat dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026.
Kampus Unismuh Makassar masuk kelompok peringkat dunia 801–1000, naik dari posisi 1001–1500 pada tahun sebelumnya.
Capaian itu menempatkan Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di kawasan Indonesia Timur dalam pemeringkatan tersebut.
Untuk kawasan Indonesia Timur secara umum, Unismuh berada setelah Universitas Hasanuddin yang berstatus perguruan tinggi negeri.
Pada kelompok Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah atau PTMA, Unismuh Makassar menempati urutan ketiga nasional.
Posisi pertama ditempati Universitas Muhammadiyah Surakarta pada peringkat 401–600, disusul Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada peringkat 601–800. Unismuh Makassar berada pada peringkat 801–1000.
Sejumlah PTMA lain juga masuk dalam pemeringkatan itu. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Hamka, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya masing-masing berada pada kelompok peringkat 1001–1500.
Kenaikan peringkat Unismuh Makassar juga diikuti peningkatan pada sejumlah indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satu capaian menonjol terlihat pada SDG 2, yakni Zero Hunger. Pada indikator ini, Unismuh naik dari peringkat 401–600 menjadi 101–200.
Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan kontribusi kampus dalam isu ketahanan pangan, kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, serta program yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.
Empat indikator lain juga mengalami peningkatan. SDG 3, Good Health and Well-being, naik dari 1001–1500 menjadi 601–800.
SDG 8, Decent Work and Economic Growth, meningkat dari 601–800 menjadi 401–600.
SDG 16, Peace, Justice and Strong Institutions, naik dari 801–1000 menjadi 401–600. Adapun SDG 17, Partnerships for the Goals, meningkat dari 1001–1500 menjadi 301–400.
Unismuh juga mempertahankan capaian pada SDG 4, Quality Education, di posisi 401–600.
Capaian ini menunjukkan konsistensi kampus dalam penguatan mutu pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan akses pendidikan.
Pada tahun 2026, Unismuh juga tercatat pada sebelas SDGs baru. Beberapa capaian baru yang menonjol antara lain SDG 11, Sustainable Cities and Communities, pada posisi 201–300; SDG 1, No Poverty, pada posisi 301–400; serta SDG 12, Responsible Consumption and Production, pada posisi 301–400.
Selain itu, Unismuh tercatat pada SDG 5 di posisi 401–600, SDG 6 di posisi 600+, SDG 7 di posisi 601–800, SDG 9 di posisi 601–800, SDG 10 di posisi 601–800, SDG 13 di posisi 601–800, SDG 14 di posisi 400+, dan SDG 15 di posisi 401–600.
Capaian itu sejalan dengan arah Indikator Kinerja Utama atau IKU Diktisaintek Berdampak, terutama terkait keterlibatan perguruan tinggi dalam pencapaian SDG 1 tentang tanpa kemiskinan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 17 tentang kemitraan, serta dua SDGs lain sesuai keunggulan institusi.
Bagi Unismuh, dua indikator yang menonjol ialah SDG 2 pada posisi 101–200 dan SDG 11 pada posisi 201–300.
Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.
Menurut dia, kenaikan dalam THE Sustainability Impact Ratings menunjukkan transformasi kelembagaan Unismuh berjalan pada arah yang tepat.
“Capaian ini bukan semata-mata soal peringkat, tetapi tentang bagaimana Unismuh Makassar memastikan pendidikan, riset, pengabdian, tata kelola, dan kemitraan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” kata Rakhim Nanda dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
“Peningkatan pada sejumlah SDGs menunjukkan kerja akademik dan kelembagaan kita semakin relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Rakhim.
Ia menambahkan, reputasi internasional harus dibangun di atas kontribusi nyata universitas bagi masyarakat, bangsa, dan agenda pembangunan berkelanjutan.
Karena itu, kata dia, Unismuh akan terus memperkuat perannya sebagai kampus berkemajuan, berdampak, dan bereputasi global.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Burhanuddin mengatakan capaian tersebut juga sejalan dengan arah IKU Diktisaintek Berdampak.
Perguruan tinggi, menurut dia, tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga hadir memberi solusi atas persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kemitraan.
“Unismuh akan terus memperkuat budaya mutu, kolaborasi lintas unit, internasionalisasi, serta dokumentasi kinerja berbasis data. Kita ingin memastikan setiap program universitas tidak berhenti pada aktivitas, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Burhanuddin.
Ketua Unismuh Global Excellence Center atau UGEC, Hartono Bancong, menyampaikan apresiasi kepada seluruh fakultas, lembaga, biro, program studi, dan unit kerja yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurut dia, pemeringkatan internasional tidak hanya penting untuk reputasi global, tetapi juga menjadi alat evaluasi bagi universitas.
“Pemeringkatan seperti ini menjadi cermin bagi universitas untuk melihat posisi dan kinerja institusi secara lebih terukur. Dari hasil ini, kita dapat mengetahui aspek yang sudah kuat, sekaligus area yang masih perlu diperkuat. Bagi Unismuh, capaian 2026 menjadi energi baru untuk terus meningkatkan daya saing dan reputasi global,” ujar Hartono.
