HMI Cagora Kritik Pansus Angket DPRD Gowa: Teman Tidur Bupati bukan Tontonan Publik!
2 min read
Dua orang saksi (kiri) dalam sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa membahas dugaan pelanggaran etik Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang yang ditayangkan secara live YouTube, Rabu (24/6/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Gowa – Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya atau HMI Cagora, Muhammad Fajar, menyoroti sidang panitia khusus Hak Angket DPRD Gowa.
Fajar menilai sidang Pansus Angket DPRD Gowa sudah terlalu jauh masuk ranah pribadi Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.
Pada Rabu (24/6/2026) hari ini, Pansus Angket DPRD Gowa menggelar sidang untuk mendalami dugaan pelanggaran etik Husniah Talenrang.
Menurur Fajar, sidang Angket DPRD Gowa hari ini cenderung menyudutkan Husniah Talenrang terkait dugaan hubungan gelapnya bersama pria lain.
“Sidang pansus hari ini jadi panggung membuka aib seseorang. Ini adalah privasi seseorang yang tidak seharusnya diumbar kepada publik,” kata Fajar kepada Majesty, Rabu.
Dalam sidang angket yang dilihat Majesty via live Youtube, anggota pansus mencecar empat saksi tentang beragam hal. Salah satunya soal liburan Husniah Talenrang di Bali.
Di situ, pansus mengorek siapa yang menjadi teman sekamar Husniah. Bahkan, dewan bertanya di hotel apa Husniah saat liburan di Pulau Dewata.
Selain itu, pansus juga mencecar saksi bernama Muhammad Yusran Beta soal hubungan Husniah dengan konsultan politik yaitu Basri Kajang.

Menurut Fajar, pertanyaan-pertanyaan pansus angket sama sekali tak ada kaitannya dengan pemerintahan.
Jika pun hendak disidangkan, aktivis HMI itu meminta persidangan angket digelar tertutup tanpa harus menjadi konsumsi publik.
“Arah pansus sudah bukan untuk mengungkap pelanggaran administrasi pemerintahan, justru yang terlihat tadi cenderung pada sesuatu yang pribadi. Bahkan kalau bahasa kasarnya, sudah mengarah ke selangkangan, ke tubuh seseorang, yang sejatinya adalah bukan konsusmsi publik,” jelas Fajar.
“Jika pun DPRD Gowa mau menggali urusan pribadi Husniah Talenrang, sebaiknya digelar tertutup, jangan ada live streaming. Ini justru teman tidur bupati dijadikan tontonan publik,” pungkas Fajar.
Selain dugaan pelanggaran etik Husniah Talenrang, pansus angket DPRD Gowa juga menyidangkan masalah pengadaan seragam sekolah dan pencabutan beasiswa program doktor.
