Warga Tallo Makassar Keluhkan Air PDAM-Pasar Panampu kepada Kadir Halid
2 min read
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid saat menggelar pengawasan APBD di Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Warga Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, memanfaatkan kehadiran Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kadir Halid, untuk menyampaikan berbagai keluhan yang mereka alami sehari-hari.
Keluhan itu disampaikan saat Kadir Halid menggellar kegiatan pengawasan APBD Sulsel di Jalan Tinumbu, Tallo, Kota Makassar, pada Rabu (20/5/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, warga mengadukan kepada Kadir Halid soal air bersih PDAM yang kerap tidak mengalir hingga kondisi kanal yang dinilai perlu segera dinormalisasi karena masih menyebabkan banjir saat hujan deras.
Menanggapi keluhan tersebut, Kadir Halid mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi masyarakat, khususnya persoalan layanan air bersih dan pasar.
Politisi Golkar itu juga menilai persoalan distribusi air bersih di kawasan pusat kota seperti Pannampu seharusnya tidak lagi terjadi.
“Saya juga heran kenapa air PDAM di sini bisa tidak mengalir. Biasanya persoalan seperti ini banyak terjadi di wilayah pinggiran. Ini akan kami koordinasikan dengan wali kota dan direksi PDAM,” papar Kadir.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi Pasar Pannampu yang dianggap belum mendapat perhatian serius dari pemerintah meski merupakan salah satu pasar tertua di Kota Makassar.
“Pasar Pannampu ini termasuk pasar lama, bahkan mungkin salah satu yang tertua di Makassar. Tapi sampai hari ini belum ada pembenahan yang maksimal. Ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah kota, khususnya PD Pasar,” jelasnya.
Sementara, terkait persoalan banjir, Kadir menyebut kondisi kanal di wilayah Pannampu perlu mendapat perhatian serius melalui normalisasi dan pengerukan agar aliran air kembali lancar.
“Kalau hujan, di sini masih tergenang padahal ada kanal. Artinya perlu ada perhatian serius, termasuk normalisasi kanal. Ini nanti akan kami komunikasikan dengan Balai Pompengan agar ada pengerukan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang berharap aspirasi mereka bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dan instansi terkait.
