23/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Usai 4 Prajurit Gugur, Mabes TNI Kirim 744 Pasukan ke Lebanon

2 min read
Sebanyak 744 prajurit TNI dari tiga matra dikirim ke Lebanon di tengah situasi konflik yang terus membara antara milisi Hizbullah dan militer Zionis Israel.
Upacara pelepasan 744 personel UNIFIL di Mabes TNI, Cilangkap. (Foto: Instagram/91agussubiyanto)

Majesty.co.id, Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) kembali memberangkatkan prajurit untuk menjalankan misi perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Sebanyak 744 prajurit TNI dari tiga matra dikirim ke Lebanon di tengah situasi konflik yang terus membara antara milisi Hizbullah dan militer Zionis Israel.

Upacara pelepasan pasukan TNI untuk UNIFIL Lebanon tersebut digelar di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026).

Ratusan personel yang diberangkatkan ini tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) XXIII-T/UNIFIL, guna menggantikan Satgas XXIII-S yang telah habis masa tugasnya.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Pengiriman gelombang baru ini menjadi sorotan tajam setelah sebelumnya empat prajurit TNI dalam Pasukan Garuda gugur di kawasan konflik tersebut akibat serangan militer.

Dalam amanatnya yang dirilis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara pada Jumat (22/5/2026), Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan pentingnya misi ini sebagai wujud kontribusi nyata Indonesia di kancah global.

“Keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia,” kata Jenderal Agus Subiyanto.

Mengingat tingginya risiko di daerah misi, Panglima TNI menekankan agar seluruh personel mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dengan ketat demi menjaga keselamatan, sekaligus menjaga nama baik bangsa.

“Meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan,” ujar Agus menambahkan.

Adapun rincian dari 744 kontingen yang berangkat kali ini terdiri dari 571 prajurit TNI AD, 79 prajurit TNI AL, 63 prajurit TNI AU, serta 31 prajurit dari Mabes TNI.

Keberangkatan Satgas Konga XXIII-T ini hanya berselang dua bulan setelah gugurnya empat prajurit TNI pendahulu mereka.

Berdasarkan penyelidikan awal PBB, serangan mematikan tersebut berasal dari proyektil amunisi tank Israel Defense Forces (IDF) yang menghantam pangkalan pasukan perdamaian, serta insiden ledakan yang melibatkan Hizbullah.

Tiga prajurit dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian pada akhir Maret, sementara satu prajurit lainnya gugur pada bulan April setelah sempat berjuang melewati masa kritis di rumah sakit.

Berikut adalah daftar empat prajurit TNI yang gugur dalam tugas perdamaian di Lebanon:

* Praka Anumerta Farizal Rhomadhon: Gugur pada 29 Maret 2026.

* Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar: Gugur pada 30 Maret 2026.

* Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan: Gugur pada 30 Maret 2026.

* Praka Anumerta Rico Pramudia: Gugur pada April 2026, setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut akibat luka parah dari ledakan yang sama pada akhir Maret.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.