10/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

HMI Protes Gubernur Sulsel soal Jalan Rusak Ditanami Pisang, Ingatkan Hal Ini

2 min read
HMI menilai respons Andi Sudirman terhadap kritik masyarakat yang menanam pohon, justru menggeser fokus dari substansi persoalan.
Kolase. Bendahara Umum HMI Cabang Gowa Raya Muhammad Fajar Nur dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Istimewa/Youtube Diskominfo Maros)

Majesty.co.id, Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Gowa Raya mengkritik pernyataan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, yang mengancam tidak memperbaiki jalan rusak yang ditanami pohon pisang.

Bendahara Umum HMI Cabang Gowa Raya Muhammad Fajar Nur menyebut, pernyataan Andi Sudirman Sulaiman memperkuat kesan bahwa kritik justru dipersoalkan ketimbang derita masyarakat.

Menurut Muhammad Fajar, masyarakat menanam pohon pisang karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki.

Namun, Andi Sudirman menjawab kritik tersebut seolah ingin membungkam, dengan ancaman jalan rusak ditanami pohon pisang bakal tak dikerjakan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Andi Sudirman harus mawas diri bahwa dia adalah pilihan rakyat. Menolak memperbaiki jalan rusak, justru memperkuat kesan bahwa kritik lebih dipermasalahkan daripada penderitaan masyarakat,” kata Muhammad Fajar di Makassar, Kamis (9/7/2026).

Fajar berpendapat, dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang demokratis, kritik publik merupakan instrumen evaluasi terhadap kinerja pemerintah, bukan ancaman terhadap legitimasi kekuasaan.

“Aksi menanam pohon pisang di jalan rusak, seharusnya dipahami sebagai simbol tidak puasnya masyarakat atas lambannya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyediakan fasilitas publik yang layak,” jelas Fajar.

HMI menilai respons Andi Sudirman terhadap kritik masyarakat yang menanam pohon, justru menggeser fokus dari substansi persoalan.

“Yaitu pemenuhan hak masyarakat atas infrastruktur jalan yang aman, layak dan berkualitas,” katanya.

Di sisi lain, Fajar juga mengingatkan agar Pemprov Sulsel segera menuntaskan masih banyaknya jalan rusak di wilayah Gowa, khususnya ruas di wilayah dataran tinggi.

Bagi Fajar, jika kondisi itu berlarut-larut, masyarakat Gowa tidak menutup kemungkinan bakal menanam pohon pisang merespons ancaman Andi Sudirman Sulaiman.

“Jangan sampai masyarakat Gowa kembali menanam pisang di jalan rusak. Ini akan menjadi preseden buruk bagi gubernur dan jajarannya,” katanya.

Aktivis HMI itu menegaskan Andi Sudirman Sulaiman maupun kepala daerah lain, idealnya menjawab kritik dengan kebijakan yang responsif, transparan dan berbasis hasil.

“Bukan dengan narasi yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik,” pungkas Fajar.

Sebelumnya, Andi Sudirman Sulaiman mengklarifikasi pernyataannya soal jalan rusak tanam pisang yang disampaikan pada paripurna HUT ke-67 Kabupaten Maros.

Andi Sudirman menjelaskan bahwa Pemprov Sulsel dibawah kewenangannya tetap akan memperbaiki jalan rusak.

Soal protes tanam pisang itu, Sudirman menyebut sebagai ajakan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang berpotensi menghambat proses penanganan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.