Era Baru Olahraga Sulsel Dimulai, Pengurus KONI 2026-2030 Dilantik
3 min read
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Pusat Marciano Norman (kanan) menyematkan pin kepada Ketua KONI Sulsel periode 2026-2030 Darmawangsyah Muin dalam acara pelantikan di Kota Makassar, Jumat (8/5/2026). (Foto: Tangkapan Layar Video/HO)
Majesty.co.id, Makassar — Era baru dunia olahraga Sulawesi Selatan dimulai. Itu ditandai dengan pelantikan Darmawangsyah Muin sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel.
Pelantikan Pengurus KONI Sulsel periode 2026–2030 digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat (8/5/2026). Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.
Darmawangsyah yang juga menjabat Wakil Bupati Gowa dilantik bersama jajaran pengurus baru KONI Sulsel. Sejumlah pengurus diisi politisi beragam partai politik.
Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga turut menghadiri pelantikan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman mewakili Gubernur Sulsel, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud dan Fauzi Andi Wawo, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, anggota DPRD Sulsel, hingga perwakilan berbagai cabang olahraga.
Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sulsel, Amir Uskara, juga tampak hadir dalam agenda tersebut.
Dalam kepengurusan KONI Sulsel periode 2026–2030, sejumlah anggota DPRD Sulsel turut bergabung sebagai pengurus organisasi olahraga itu.
Dalam sambutannya, Darmawangsyah Muin menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang ikut memperkuat KONI Sulsel, termasuk jajaran DPRD Sulsel.
“Teman-teman DPRD Sulsel dengan besar hati bergabung bersama kami untuk membesarkan olahraga Sulsel,” ujar Darmawangsyah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KONI Pusat beserta jajaran yang hadir langsung dalam pelantikan tersebut.
“Kehadiran Ketua Umum KONI Pusat menjadi penyemangat bagi kami untuk memajukan olahraga Sulawesi Selatan,” katanya.
Target 10 Besar PON 2028
Pada kesempatan itu, Darmawangsyah menegaskan target besar KONI Sulsel untuk menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, target tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga seluruh cabang olahraga.
“Target masuk 10 besar tidak mudah. Kita harus bersatu memajukan olahraga Sulsel agar bisa mencapainya,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menyukseskan tiga agenda besar olahraga, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra-PON, dan PON 2028.
“KONI Sulsel akan bersungguh-sungguh mendampingi pemerintah provinsi untuk menyukseskan agenda tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Marciano Norman menilai target 10 besar yang dicanangkan KONI Sulsel sangat realistis. Ia mengingatkan bahwa Sulawesi Selatan pernah menempati peringkat ketujuh pada PON XVIII tahun 2012 di Riau.
“Dengan kerja keras dan kebersamaan yang dibangun Ketua KONI Sulsel bersama seluruh jajaran, saya yakin target itu bisa tercapai,” kata Marciano.
Ia juga mengungkapkan bahwa KONI Pusat mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PON dengan fokus pada cabang olahraga Olimpiade mulai PON 2028.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, KONI Pusat akan menggelar sejumlah agenda nasional terpisah untuk cabang non-Olimpiade, seperti Pekan Olahraga Nasional Bela Diri dan Pekan Olahraga Nasional Pantai.
Marciano menegaskan tata kelola organisasi harus menjadi prioritas utama setiap pengurus KONI daerah.
“Bicara olahraga berarti bicara Merah Putih,” tegasnya.
Usai pelantikan, KONI Sulsel menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi-Maluku sebagai bentuk dukungan perlindungan bagi insan olahraga di Sulawesi Selatan.
