Segera Musprov, Pertina Sulsel Cari Ketua Baru yang Bisa Berkorban Duit
3 min read
Ketua Pengprov Pertina Sulsel Harpen Reza Ali usai melakukan pengalungan medali kepada petinju Sulsel peraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. (Foto: Pertina Sulsel)
Majesty.co.id, Makassar – Pengprov Persatuan Tinju Seluruh Indonesia atau Pertina Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mematangkan persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan berlangsung pada awal November 2026.
Musprov tersebut akan memilih kepengurusan Pertina Sulsel periode 2026–2030.
Persiapan dibahas dalam rapat pleno pengurus di Sekretariat Pengprov Pertina Sulsel, Marina Beach Hotel, Makassar, yang dipimpin Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Harpen Reza Ali.
Rapat tersebut menghasilkan pembentukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Steering Committee (SC), dan Organizing Committee (OC).
Sekretaris Pengprov Pertina Sulsel, Sri Syahril, mengatakan proses pencalonan ketua akan dilakukan secara terbuka. TPP bertugas menangani pendaftaran, verifikasi berkas, masa sanggah hingga penetapan calon.
Menurutnya, kesempatan terbuka bagi figur yang memiliki komitmen untuk memajukan tinju Sulsel dengan biaya pribadi alias berkorban duit pribadi.
Tahapan penjaringan bakal calon ketua dijadwalkan berlangsung 5–12 Oktober 2026. Verifikasi berkas pada 13–14 Oktober, masa sanggah 15–17 Oktober, dan penetapan calon pada 18 Oktober 2026.
Calon yang lolos verifikasi kemudian diberikan kesempatan melakukan sosialisasi dan menyampaikan visi-misi kepada pemilik suara pada 19–22 Oktober 2026.
Musprov ini sekaligus menjadi momentum evaluasi kepengurusan Harpen Reza Ali yang masa baktinya berakhir pada 30 November 2026.
Sri menyebut, selama kepemimpinan Harpen, Pertina Sulsel mencatat sejumlah prestasi, termasuk meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Di bawah komando Harpen Reza Ali, Pertina Sulsel mencetak sejarah baru dengan meloloskan 12 atlet ke PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ini sebuah kuota kelulusan terbesar sepanjang sejarah partisipasi Sulsel selama keikutsertaan Sulsel di PON,” kata Sri Syahril dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Pada PON 2024, tim tinju Sulsel meraih enam medali, termasuk emas kelas 54 kilogram melalui Josua Holy Masihor.
Prestasi Josua berlanjut pada Kejuaraan Tinju Asia 2025 di Negeri Sembilan, Malaysia. Ia meraih medali emas setelah mengalahkan petinju tuan rumah.
Pembinaan Pertina Sulsel di era Harpen juga mengantarkan atlet Sulsel tampil pada kejuaraan dunia di Uzbekistan pada 2023 dan Dubai pada 2025.
Selain prestasi atlet, Pertina Sulsel di bawah kepengurusan Harpen juga menjadi tuan rumah Pra-PON 2023 dan sejumlah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
Sri mengatakan berbagai kegiatan dan prestasi tersebut disebut berjalan dengan dukungan mandiri. Ia juga menyoroti minimnya perhatian anggaran dari Pemprov Sulsel terhadap pembinaan olahraga.
Harpen, kata Sri, bahkan disebut mengeluarkan dana pribadi hingga belasan miliar rupiah untuk membangun GOR di atas lahan seluas 3.000 meter persegi di Jalan AP Pettarani, Makassar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pertina Sulsel menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon ketua berikutnya.
Selain persyaratan administratif, calon diwajibkan memiliki visi-misi yang jelas dan dukungan minimal 10 Pengkab/Pengkot.
Calon juga diharapkan memiliki kesiapan finansial serta komitmen waktu dan tenaga untuk menjalankan roda organisasi dan pembinaan tinju Sulsel.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
