IAS Diharap Benahi Golkar Sinjai, Dinilai Partai Keluarga Tertentu
3 min read
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin alias IAS dalam kunjungannya di Sinjai belum lama ini. (Foto: Instagram/golkar_sinjai)
Majesty.co.id, Sinjai — Kunjungan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ke markas DPD II Partai Golkar Kabupaten Sinjai belum lama ini mendapat perhatian dari sejumlah warga dan partisipan partai beringin.
Kunjungan yang disebut dalam rangka konsolidasi partai tersebut dinilai tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi politik, tetapi juga dapat dibaca sebagai momentum untuk melihat kembali kondisi internal dan struktural Golkar di Kabupaten Sinjai.
Salah seorang warga Sinjai, Andi Ade menilai momentum kedatangan IAS seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membicarakan secara terbuka berbagai persoalan yang selama ini menjadi kegelisahan pemilih dan simpatisan Partai Golkar di daerah tersebut.
“Saya bukan pengurus Golkar, tetapi saya adalah pemilih Golkar. Karena itu, saya merasa punya hak untuk melihat dan menyampaikan bagaimana perkembangan Partai Golkar di Sinjai. Saya mengetahui betul dinamika partai ini di tengah masyarakat,” kata Andi Ade dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, Partai Golkar di Sinjai membutuhkan keberanian untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh apabila ingin kembali menemukan kekuatan dan roh perjuangannya sebagai partai politik yang memiliki basis historis kuat di tengah masyarakat.
“Kalau ingin kembali menemukan rohnya, menurut saya harus ada sikap berani untuk membenahi struktur. Mulai dari struktur DPD sampai ke bawah. Jangan takut melakukan evaluasi terhadap struktur apabila memang itu diperlukan untuk membesarkan partai,” ujarnya.
Andi Ade mengatakan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari IAS adalah munculnya persepsi bahwa Golkar Sinjai terlalu terpusat pada lingkaran tertentu.
“Yang terbaca di masyarakat sekarang ini, Partai Golkar seperti partai keluarga. Ini yang menurut saya harus dibenahi. Kalau persepsi seperti ini terus berkembang, Golkar akan sulit berkembang dan sulit kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk menjatuhkan Golkar, melainkan justru karena dirinya masih menaruh perhatian sebagai pemilih partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menurutnya, partai politik akan kuat apabila mampu membuka ruang yang lebih luas bagi kader, tokoh masyarakat, generasi muda dan kelompok-kelompok potensial untuk mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan maupun pembentukan arah politik partai.
“Jangan sampai konsolidasi hanya dimaknai sebagai pertemuan pengurus dengan pengurus. Konsolidasi harus menjadi momentum untuk mendengar suara akar rumput. Apa yang dirasakan pemilih, apa yang dikeluhkan kader, dan apa yang harus diperbaiki,” tuturnya.
Kunjungan IAS ke Golkar Sinjai pun dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi yang lebih substantif.
Andi Ade berharap, siapa pun yang memiliki kepentingan terhadap masa depan Partai Golkar di Sinjai tidak hanya berbicara mengenai target politik, tetapi juga berani membicarakan pembenahan internal.
“Kalau ingin Golkar kembali besar di Sinjai, jangan hanya menghitung berapa kursi yang ingin diraih. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun kembali kepercayaan pemilih. Dan itu dimulai dari keberanian membenahi rumah sendiri,” pungkasnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
