Dibiayai Pemkot Makassar, Ini 55 SMP Swasta untuk Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri
4 min read
Ilustrasi. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa pendidikan kepada anak-anak di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan meski tidak lolos seleksi di sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
Melalui program sekolah swasta gratis yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), Pemkot Makassar menggandeng puluhan sekolah swasta untuk menampung peserta didik yang tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.
Dari 67 sekolah swasta yang disiapkan sebagai mitra, sebanyak 55 SMP swasta telah resmi bergabung dalam program tersebut dan siap menerima siswa pada tahun ajaran baru.
Seluruh biaya pendidikan siswa akan ditanggung Pemerintah Kota Makassar.
Appi mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
“Tahun 2026 ini, Pemkot Makassar menggandeng sebanyak puluhan sekolah swasta sebagai mitra untuk menampung peserta didik yang tidak memperoleh kursi di sekolah negeri,” ujar Appi, Senin (29/6/2026).
“Seluruh biaya pendidikan siswa yang mengikuti masuk di Sekolah Swasta, itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Makassar,” sambungnya.
Menurut Appi, program tersebut tidak hanya menjadi solusi atas terbatasnya kuota sekolah negeri, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan serta memperkuat peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan Kota Makassar.
Ia menegaskan, sekolah negeri dan sekolah swasta harus dipandang sebagai mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kami ingin sekolah-sekolah swasta juga bertumbuh. Karena itu anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akan kami distribusikan ke sekolah swasta,” katanya.
“Semua anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama, di mana pun mereka bersekolah,” tegas Appi.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Makassar juga mendorong seluruh sekolah swasta mitra menyiapkan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik yang memadai agar mampu menerima tambahan peserta didik pada tahun ajaran baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan skema sekolah swasta gratis menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus bentuk jaminan pemerintah terhadap hak pendidikan setiap anak.
“Tahun 2026 ini sekolah swasta ikut mengakomodasi anak-anak kita dan itu tidak berbayar. Seluruh biayanya ditanggung Pemerintah Kota Makassar,” ujar Achi.
Ia mengungkapkan, awalnya Pemkot Makassar menyiapkan 67 sekolah swasta untuk bergabung dalam program tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 55 sekolah telah resmi menjalin kerja sama dan siap menerima siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas akses pendidikan yang merata sekaligus mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan kuota penerimaan.
“Keterlibatan sekolah swasta justru memperkuat sistem pendidikan di Kota Makassar,” terangnya.
Melalui mekanisme pilihan sekolah keempat dan kelima pada sistem SPMB, peserta didik tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang telah bermitra dengan Pemerintah Kota Makassar.
“Dengan peluang sekolah swasta menampung siswa di SPMB 2026, orang tua tidak perlu khawatir apabila anaknya belum diterima di sekolah negeri,” tuturnya.
“Yang jelas, sesuai arahan bapak Wali Kota, Pemkot Makassar memastikan seluruh siswa tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa dibebani biaya sekolah,” sambung Achi.
Berikut daftar 55 SMP swasta yang telah resmi bergabung dalam program sekolah gratis Pemkot Makassar:
1. SMP Buq Atun Mubarakah (Biringkanaya)
2. SMP Muhammadiyah 9 (Biringkanaya)
3. SMP Sawerigading (Bontoala)
4. SMP Ma’rif Makassar (Bontoala)
5. SMP Anak Indonesia (Bontoala)
6. SMP IRNAS (Bontoala)
7. SMP Tridharma Makassar
8. SMP Ittihad (Makassar)
9. SMP Muhammadiyah 13 (Makassar)
10. SMP Muhammadiyah 14 (Makassar)
11. SMP YP PGRI I Kijang (Makassar)
12. SMP Kristen Kondo Sapata (Makassar)
13. SMP Islam Al-Izhar Cendekia (Makassar)
14. SMP YP PGRI 4 Makassar (Mamajang)
15. SMP YP PGRI Disamakan (Mamajang)
16. SMP LPP UMI (Mamajang)
17. SMP YP PGRI 3 (Mamajang)
18. SMP Makassar Raya (Mamajang)
19. SMP Kartika (Manggala)
20. SMP Nurul Muttahid (Manggala)
21. SMP Amanah Nusantara (Manggala)
22. SMP Reformasi (Manggala)
23. SMP Citra Mulia (Manggala)
24. SMP Sanur (Manggala)
25. SMP Harapan Bhakti (Manggala)
26. SMP Bajiminasa (Mariso)
27. SMP Muhammadiyah 5 (Mariso)
28. SMP Tutwuri (Panakkukang)
29. SMP Dharma (Panakkukang)
30. SMP Maha Putra Tello (Panakkukang)
31. SMP Saribuana Makassar (Rappocini)
32. SMP Tujuhlima (Tallo)
33. SMP Datuk Ribandang (Tallo)
34. SMP Islam Cokroaminoto (Tallo)
35. SMP Syekh Muhsamman (Tallo)
36. SMP Muhammadiyah 10 (Tallo)
37. SMPS Prasetya (Tamalanrea)
38. SMPIT Darurrahman (Tamalanrea)
39. SMP Laniang (Tamalanrea)
40. SMP Tamalatea Disamakan (Tamalate)
41. SMP Yavend Bongaya (Tamalate)
42. SMP Bahri Wahid (Tamalate)
43. SMP Ki Hajar Dewantara (Ujung Pandang)
44. SMPIT Insan Cendekia (Biringkanaya)
45. SMP Kristen Kalam Kudus (Bontoala)
46. SMP Islam Mesjid Raya (Bontoala)
47. SMP Muhammadiyah 12 (Rappocini)
48. SMP Cokroaminoto (Tallo)
49. SMP IT Multazam 45 (Tamalanrea)
50. SMPIT Khalifah Islamic School (Tamalate)
51. SMP Pundarika (Ujung Pandang)
52. SMP Protestan (Ujung Pandang)
53. SMP Muhammadiyah 2 (Ujung Tanah)
54. SMP DDI Al-Irsyad (Ujung Tanah)
55. SMP Trisakti (Wajo).
