Di Kedokteran UIN Makassar, Pejabat Komdigi ulas Ancaman Disinformasi Kesehatan
3 min read
Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Komdigi, Rizki Ameliah (kedua kiri) menerima cinderamata dari Dekan FKIK UIN Makassar, Dewi Setiawati usai kuliah tamu. (Foto: Istimewa/HO)
Majesty.co.id, Makassar – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di ruang digital, mulai dari penyebaran disinformasi kesehatan, konten tidak sehat, hingga rendahnya kemampuan masyarakat dalam memilah informasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Komdigi, Rizki Ameliah, dalam Kuliah Tamu bertema “Penguatan Literasi Kesehatan Digital untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Cakap Digital, Sehat, Aman, dan Berdaya” yang digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Lecture Theater FKIK UIN Alauddin Makassar dan dihadiri sivitas akademika serta peserta yang ingin memperluas pemahaman mengenai literasi kesehatan digital.
Dalam pemaparannya, Rizki menguraikan tiga tantangan utama yang perlu menjadi perhatian masyarakat dalam menggunakan teknologi dan platform digital.
Rizki menjelaskan, salah satu tantangan terbesar di ruang digital adalah cepatnya penyebaran hoaks dan informasi palsu melalui media sosial maupun aplikasi pesan.
Informasi yang tidak benar, kata dia, tidak hanya berpotensi menyesatkan masyarakat, tetapi juga dapat memicu kepanikan, polarisasi, serta memengaruhi opini publik.
Ancaman tersebut semakin kompleks karena konten berbahaya di ruang digital hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari misinformasi kesehatan, ujaran kebencian, perundungan siber, konten negatif, hingga penipuan digital.
“Khusus dalam konteks kesehatan, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap informasi medis yang beredar di internet. Informasi yang tidak akurat dapat mendorong seseorang melakukan self-diagnosis atau mengambil keputusan terkait kesehatan tanpa dasar yang tepat,” kata Rizki dalam keterangan tertulis.
Tantangan lainnya adalah masih banyaknya konten tidak sehat yang mudah ditemukan di berbagai platform digital.
Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar berbagai konten, termasuk iklan makanan tidak sehat, promosi gaya hidup instan, hingga hiburan digital secara berlebihan.
Menurut Rizki, penggunaan perangkat dan platform digital yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan kecanduan dan distraksi.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, kualitas tidur, hingga kesehatan mental.
“Karena itu, penggunaan teknologi digital perlu diimbangi dengan kemampuan untuk mengatur waktu, memahami risiko, serta memilih konten yang memberikan manfaat,” jelas Rizki.
Rizki juga menyoroti masih adanya kesenjangan kemampuan digital di tengah masyarakat. Tidak semua orang tua, anak, maupun kelompok masyarakat memiliki kemampuan yang memadai untuk menilai kualitas informasi yang mereka temukan di internet.
Salah satu persoalan yang kerap terjadi adalah masyarakat mudah mempercayai informasi dan langsung membagikannya tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi.
Padahal, rendahnya kemampuan memilah informasi dapat membuka berbagai risiko, termasuk risiko keamanan digital dan penyebaran informasi palsu yang semakin luas.
Dalam jangka panjang, rendahnya literasi digital juga dinilai dapat menghambat potensi masyarakat dan memperlebar kesenjangan sosial.
“Karena itu, penguatan literasi digital, khususnya literasi kesehatan digital, menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat menggunakannya secara cakap, sehat, aman, dan bertanggung jawab,” pungkas Rizki.
Dekan FKIK UIN Alauddin Makassar, Dokter Dewi Setiawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya literasi kesehatan digital di tengah transformasi kesehatan di era digital.
“Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya literasi kesehatan digital dalam menghadapi tantangan transformasi kesehatan di era digital serta membangun masyarakat yang cakap digital, sehat, aman, dan berdaya,” ujar Dewi.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
