Pembangunan Ponpes Madani Parmusi di Gowa Resmi Dimulai
3 min read
Kolase. Pelatakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi oleh Ketua Umum DPP Parmusi Ali Amran Tanjung di Kabupaten Gowa, Minggu (28/6/2026). (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Gowa – Pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Madani Parmusi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, resmi dimulai.
Itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Madani Parmusi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parmusi, Ali Amran Tanjung pada Minggu (28/6/2026).
Ponpes Madani Parmusi di Gowa berlokasi di Dusun Datarang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao.
Prosesi peletakan batu pertama turut disaksikan Sekretaris Jenderal DPP Parmusi KH Tairman Elon, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa Jamaris, S.Ag, Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan Abu Bakar Wasahua.
Ponpes Madani Parmusi tercatat sebagai pesantren pertama yang dibangun Parmusi di luar Pulau Jawa.
Ali Amran Tanjung menyebut, peletakan batu pertama merupakan awal dari perjuangan panjang untuk mewujudkan pesantren yang diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda.
“Kita harus memiliki ikhtiar yang tinggi. Sebab, membangun Pesantren, bukan untuk melawan negara. Tapi kita ingin melahirkan generasi muda berakhlak mulia, mewujudkan anak saleh dan salehah,” ujar Ali Amran Tanjung dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Ia mengajak seluruh elemen Parmusi dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan Ponpes Madani hingga tuntas.
Menurutnya, pembangunan pesantren merupakan investasi amal jariah yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, Ali Amran menilai keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Melalui pendidikan pesantren, generasi muda diharapkan memiliki akhlak mulia, ilmu pengetahuan yang memadai, keterampilan yang mumpuni, serta kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menyampaikan apresiasi atas langkah Parmusi yang membangun lembaga pendidikan Islam di wilayah Tombolo Pao.
Menurutnya, Kementerian Agama siap memberikan pendampingan agar seluruh proses pembangunan dan legalitas pesantren dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendampingan tersebut mencakup legalitas tanah wakaf, administrasi kelembagaan, ketersediaan dan kompetensi kiai, kemampuan membaca kitab kuning, pemenuhan syarat pendirian pesantren, hingga verifikasi sarana dan prasarana.
“Kami mendukung penuh pembangunan pondok pesantren ini dan siap mendampingi seluruh proses yang dibutuhkan agar dapat beroperasi sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW Parmusi Sulawesi Selatan, Abu Bakar Wasahua, menyebut pembangunan Ponpes Madani merupakan wujud nyata komitmen Parmusi dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam.
Menurutnya, pesantren akan menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan mandiri.
“Pembinaan karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan mandiri, dapat diwujudkan melalui pendidikan di pesantren ini,” harap Abu Bakar.
Dengan dimulainya pembangunan Ponpes Madani Parmusi di Kabupaten Gowa, diharapkan hadir lembaga pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi unggul dan berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.
