09/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Membaca Pesan Politik PAN Lengserkan Husniah Talenrang di Sulsel

3 min read
Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari, memberikan analisis mengenai perubahan struktur kepemimpinan PAN Sulsel dengan lengsernya Husniah Talenrang.
Ilustrasi. Mantan Ketua DPW PAN Sulsel Sitti Husniah Talenrang. (Foto: Instagram/husniahtalenrang/Majesty.co.id)

Majesty.co.id, Makassar – Lengsernya Sitti Husniah Talenrang dari posisi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan atau DPW PAN Sulsel dinilai sebagai langkah strategis organisasi dalam memperkuat pelembagaan partai sekaligus merespons dinamika politik lokal.

Perubahan struktural ini menempatkan Ashabul Kahfi sebagai pelaksana tugas ketua PAN Sulsel, sementara Husniah Talenrang  ditarik ke tingkat pusat untuk menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN.

Advertisement
Berita DPRD Sulsel

Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari, menilai pergantian kepemimpinan PAN Sulsel merupakan upaya partai besutan Zulkifli Hasan untuk meningkatkan koherensi dan adaptabilitas organisasi.

Menurutnya, langkah ini penting agar struktur partai tidak hanya bertumpu pada figur tertentu khususnua Husniah Talenrang selaku Bupati Gowa, melainkan mampu bergerak secara mandiri sebagai sebuah lembaga politik yang solid.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Saya kira, bisa jadi ini adalah upaya partai untuk meningkatkan koherensi dan kemudian adaptabilitas organisasi,” ujar Endang Sari kepada Majesty.co.id, Jumat (8/5/2026).

Endang menekankan bahwa kelembagaan partai di Indonesia secara umum masih berada pada tahap yang lemah, di mana figur ketua sering kali menjadi pusat gravitasi organisasi.

Kondisi ini sering membuat publik menafsirkan pergantian pimpinan sebagai konflik pribadi, padahal hal tersebut bisa jadi merupakan bagian dari konsolidasi kekuatan menjelang momentum politik.

Menurutnya, sebuah partai yang terlembaga dengan baik itu, mampu menghadapi perubahan tanpa bergantung pada figur tertentu.

Mantan Komisioner KPU Kota Makassar itu mengutip teori ilmuwan politik Samuel Phillips Huntington, bahwa kelembagaan partai dan perubahan yang menyertainya, tidak lepas dari proses adaptasi hingga koherensi organisasi politik.

“Menurut saya, bisa jadi pergantian kepemimpinan itu juga bisa merupakan strategi organisasi partai tersebut untuk memperkuat basis elektoralnya ataukah menyesuaikan dengan arahan pusat. Atau bisa jadi strategi merespons dinamika politik lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Endang menyampaikan bahwa PAN saat ini tengah berusaha menyeimbangkan antara kekuatan ketokohan dengan kebutuhan struktur kelembagaan yang lebih mapan.


Kutipan Analisis Endang Sari. (Foto: Unhas TV/Majesty.co.id)

Proses transisi ini dianggap sebagai refleksi dari kedewasaan organisasi dalam melakukan penyesuaian di tingkat daerah maupun pusat.

Strategi penarikan figur daerah ke struktur nasional juga dinilai sebagai cara partai untuk mendistribusikan peran kader secara lebih luas.

Pergantian ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi konsolidasi PAN, khususnya di Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan secara umum.

Endang meyakini bahwa penguatan basis elektoral akan menjadi fokus utama pimpinan baru dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

“Saya kira ini sebuah proses yang sangat penting untuk kelembagaan untuk PAN khususnya merespons dinamika sosial politik yang terjadi di Kabupaten Gowa,” pungkas Endang.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyebut, pengurus pusat di Jakarta butuh energi baru seperti Husniah Talenrang.

“Sitti Husniah Talenrang ditarik menjadi pengurus harian DPP PAN untuk menambah kekuatan kader partai di tingkat nasional,” jelas Viva Yoga.

Husniah Talenrang diberhentikan sebagai Ketua DPW PAN Sulsel periode 2025-2030 setelah diangkat untuk jabatan itu sejak 13 Mei 2025 atau kurang-lebih satu tahun.

Husniah Talenrang dipilih oleh formatur dalam musyawarah wilayah PAN Sulsel. Ia didampingi Andi Chaidir Syam sebagai sekretaris.

Sementara itu, Ashabul Kahfi kembali memimpin PAN Sulsel sebagai pelaksana tugas. Ia bukan orang baru. Anggota DPR RI ini adalah bekas ketua PAN Sulsel 4 periode.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.