Luncurkan Sekolah Bersinar, Ibas minta Pelajar Luwu Timur Jangan Takut Lapor Narkoba
2 min read
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam alias Ibas (ketiga kanan) bersama Forkopimda dan pelajar pada peluncuran Sekolah Bersinar di Malili, Kamis (7/5/2026). (Foto: Humas Diskominfo Luwu Timur)
Majesty.co.id, Luwu Timur – Bupati Kabupaten Luwu Timur, Irwan Bachri Syam alias Ibas secara resmi meluncurkan Deklarasi Sekolah Bersinar atau Bersih Narkoba tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Luwu Timur sebagai langkah konkret memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendidikan Malili, Luwu Timur, Kamis (7/5/2026), ini menjadi titik awal penguatan pengawasan lingkungan sekolah dari ancaman peredaran gelap narkoba yang kian memprihatinkan.
Ibas menegaskan bahwa inisiatif Sekolah Bersinar merupakan wujud keprihatinan pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari Satpol PP, camat, kepala sekolah, hingga satgas desa, untuk tidak sekadar menjadikan program ini sebagai ajang seremonial, melainkan sebuah aksi nyata di lapangan.
“Melihat keprihatinan maraknya peredaran narkoba, mudah-mudahan apa yang kita gagas hari ini bukan hanya seremoni semata, tetapi menjadi titik awal implementasi agar anak sekolah kita tidak terindikasi menggunakan narkoba,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Ibas juga membangkitkan keberanian para pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan lingkungan mereka.
Ibas meminta siswa tidak ragu melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba kepada pihak berwenang atau otoritas sekolah demi memutus rantai peredaran.
“Untuk anak-anakku, aktifki semua, jangan pernah takut. Jika ada sesuatu, laporkan ke guru, kepala sekolah atau saya. Jangan pernah mencoba-coba narkoba, sampaikan juga kepada semuanya untuk tidak mencoba,” pesan Ibas.
Ketua BNNP Sulawesi Selatan, Agung Prabowo, memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut bahwa Deklarasi Sekolah Bersinar di Luwu Timur merupakan yang pertama kali dilaksanakan di provinsi ini.
Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama dalam menghadapi sindikat narkoba yang terorganisir.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Kita butuh kolaborasi dan bergerak satu nafas memerangi peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Luwu Timur,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Luwu Timur, Sekretaris Daerah, serta perwakilan guru dan pelajar.
Penandatanganan komitmen bersama dalam acara tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang bersih dan sehat, sekaligus menjadi pemicu bagi daerah lain di Sulawesi Selatan untuk mengadopsi langkah serupa dalam melindungi generasi bangsa.
