12/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Akbar Faizal Protes Keras BYD Indonesia: Jago Menjual, Buruk Pelayanan Purna Jual

2 min read
Kekecewaan ini dipicu oleh kerusakan unit BYD Seal Premium yang dibelinya secara kredit pada Desember 2025, namun tak kunjung mendapat penanganan memadai.
Kolase foto. Protes Akbar Faizal kepada BYD Indonesia. (Foto: Instagram/akbarfaizal68/bydindonesia)

Majesty.co.id, Jakarta – Politisi Akbar Faizal melayangkan protes keras terhadap kualitas pelayanan pascapenjualan BYD Indonesia, Clipan Finance, dan Asuransi MAG terkait unit mobil listrik miliknya.

Kekecewaan ini dipicu oleh kerusakan unit BYD Seal Premium yang dibelinya secara kredit pada Desember 2025, namun tak kunjung mendapat penanganan memadai.

Masalah utama muncul saat kendaraan tersebut mengalami kondisi tidak stabil atau limbung, yang ia istilahkan dengan sebutan “oleng joget”.

Protes tersebut disampaikan Akbar melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (10/4/2026).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Akbar menilai pihak pabrikan, penyedia kredit, serta perusahaan asuransi justru saling melempar tanggung jawab atas kerusakan kendaraan yang dibelinya melalui kantor penjualan BYD di wilayah Sudirman, Jakarta tersebut.

“Saya beli mobil BYD Seal Premium di kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance, Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi, dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggung jawab,” tulis Akbar Faizal.

Mantan anggota DPR ini mengungkapkan bahwa nasib kendaraannya menjadi tidak jelas selama lebih dari dua bulan setelah dilaporkan mengalami gangguan teknis pada sistem kemudi.

Meski sempat ditangani oleh bengkel rekanan yang ditunjuk BYD, kondisi kendaraan dilaporkan justru semakin memburuk setelah diperbaiki.

“Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya hingga ditangani bengkel mereka,” lanjutnya.

Akbar menduga terjadi kesalahan analisis dari pihak teknisi sehingga masalah ketidakstabilan mobil tersebut tidak mendapatkan solusi pasti.

Karena ketidakjelasan status kendaraan yang sudah memasuki bulan keempat sejak laporan pertama, Akbar memutuskan untuk mulai mengambangkan cicilan pada Maret dan berhenti membayar sepenuhnya pada April ini.

Ia mengaku merasa terganggu dengan intensitas penagihan melalui telepon dari puluhan nomor berbeda yang dilakukan secara masif oleh pihak penyedia kredit.

Akbar memilih mengabaikan penagihan tersebut karena merasa haknya sebagai konsumen untuk mendapatkan perbaikan telah diabaikan.
Pihak Clipan Finance dilaporkan telah melayangkan surat peringatan pertama kepada Akbar Faizal tepat pada Jumat (10/4/2026).

Menanggapi hal itu, ia mempersilakan pihak pemberi kredit untuk segera menarik unit mobil tersebut jika diinginkan.

Ia menegaskan posisi kendaraan saat ini sudah berada di bengkel yang mereka tunjuk.

Akbar Faizal menutup unggahannya dengan kalimat tegas yang menyoroti buruknya profesionalisme perusahaan yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Menurutnya, sistem pelayanan saat ini hanya berfokus pada target penjualan tanpa mempedulikan nasib konsumen.

“Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah BYD Company Indonesia, Sudirman dan, PT Clipan Finance serta perusahaan asuransi Asuransi MAG sempurnakan kerusakannya,” pungkasnya.

BYD Indonesia belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.