BPBD Makassar Latih Relawan Simulasi Bencana, Munafri Tekankan hal Ini
3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berfoto bersama peserta simulasi bencana yang digelar BPBD Makassar, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Humas Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Appi tersebut saat membuka kegiatan Simulasi Bencana Dasar di Jalan Teuku Umar, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Komunitas Kemakmuran Utara Makassar ini bertujuan melatih respons cepat warga terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Makassar.
“Kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Pemerintah, swasta, masyarakat, dan komunitas harus bersinergi, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem atau bencana musiman agar dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Munafri Arifuddin.
Munafri mengingatkan bahwa bencana bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu, sehingga langkah antisipasi harus dilakukan secara terencana.
“Bencana tidak pernah memilih waktu, bisa saja terjadi saat kita sedang berpuasa, saat malam hari, bahkan saat masyarakat sedang beraktivitas seperti biasa. Karena itu dibutuhkan antisipasi yang baik,” jelasnya.
Ia juga menyoroti titik langganan banjir seperti di Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, serta Blok 8 dan 10 Kecamatan Manggala.
Menurutnya, pemahaman warga mengenai kapan harus melakukan evakuasi dan bagaimana mengantisipasi bahaya kelistrikan saat banjir sangatlah krusial.
“Kalau air sudah mencapai ketinggian tertentu atau kondisi sudah berbahaya, maka masyarakat harus tahu kapan harus meninggalkan rumah dan mengungsi demi keselamatan,” saran Appi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menjelaskan bahwa program ini melibatkan seluruh kecamatan yang dibagi ke dalam tiga wilayah kawasan kemakmuran (Utara, Selatan, dan Timur).
Selain simulasi, BPBD juga membentuk Kelurahan Tangguh Bencana yang melibatkan relawan dari tiap kelurahan.
“Setiap kelurahan ada sekitar 20 orang yang akan kita bina dan bekali pengetahuan kebencanaan. Jadi ketika ada kejadian di wilayahnya, mereka bisa langsung turun melakukan penanganan awal,” jelas Fadli Tahar.
Uniknya, relawan yang dibina berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas penjahit hingga pelaku UMKM. Tujuannya agar mereka tidak hanya tangguh menghadapi bencana, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
“Mereka rata-rata sudah punya komunitas, ada komunitas penjahit, UKM, hingga perikanan. Jadi sebenarnya mereka sudah bisa berjalan mandiri. Kami hanya membantu dalam pembinaan, termasuk cara membuat proposal dan mengakses bantuan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pasar murah dan buka puasa bersama warga sekitar, sebagai bentuk penguatan kebersamaan masyarakat di bulan suci Ramadan.
