Aliyah Mustika Ilham Tekankan Konsolidasi Organisasi dalam Rapat Pleno FKPPI Sulsel
3 min read
Suasana rapat pleno perdana FKPPI Sulsel yang dipimpin Aliyah Mustika Ilham. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Makassar — Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi membuka Rapat Pleno Perdana Pengurus Daerah (PD) XIX Keluarga Besar FKPPI Sulsel. Kegiatan berlangsung di Hotel Aerotel Smile, Jalan K.H. Achmad Dahlan No. 6, Makassar, Jumat (16/1/2026).
Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham terlebih dahulu menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada anggota yang merayakan serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran pengurus dan senior FKPPI Sulsel.
Ia menegaskan bahwa rapat pleno ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan menjadi momentum silaturahmi sekaligus titik awal pergerakan FKPPI Sulsel dalam menjalankan roda organisasi pada periode kepengurusan ke depan.
“Sebagai anak kandung yang lahir dari rahim TNI dan Polri, darah perjuangan mengalir dalam tubuh kita. FKPPI Sulsel harus menjadi organisasi kemasyarakatan yang memiliki intelektualitas tinggi, militansi yang terukur, serta solidaritas yang tidak tergoyahkan,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Aliyah juga menekankan pentingnya konsolidasi internal hingga ke tingkat cabang dan rayon, penguatan struktur organisasi.
Aliyah juga meminta penyusunan program kerja yang realistis dan berdampak langsung bagi anggota maupun masyarakat.
Menurutnya, program FKPPI tidak boleh berhenti pada formalitas administratif semata.
Selain itu, ia mendorong terbangunnya sinergi aktif antara FKPPI dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, serta berbagai elemen organisasi lainnya guna menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah di Sulawesi Selatan.
Dalam arahannya, Aliyah Mustika Ilham turut menyoroti sejumlah bidang strategis yang perlu mendapat perhatian khusus.
Di antaranya penguatan peran pemuda dan mahasiswa melalui GM FKPPI, pengembangan olahraga dan Satgas FKPPI, pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak melalui Wanita FKPPI, pembentukan HIPWI Sulawesi Selatan pada sektor ekonomi dan UMKM, serta penguatan kemandirian organisasi.
Ia juga mengungkapkan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) FKPPI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pasca-Idulfitri 2026 di Kabupaten Bulukumba.
Sementara itu, Dewan Penasehat FKPPI Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dalam arahannya menekankan pentingnya mengembalikan eksistensi FKPPI di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan agar FKPPI tidak terjebak sebagai organisasi seremonial atau sekadar wadah alumni.
“FKPPI harus kembali menjadi organisasi yang diperhitungkan. Programnya tidak perlu muluk-muluk, tapi menyentuh substansi dan kebutuhan nyata anggota. Rakerda nanti harus menjadi momentum kebangkitan,” ujar IAS.
IAS juga menyoroti pentingnya kemandirian organisasi, gotong royong dalam pembiayaan kegiatan, serta penguatan kaderisasi, khususnya generasi muda, agar FKPPI tetap relevan dan berkelanjutan.
Menjelang penutupan rapat, Aliyah Mustika Ilham kembali menegaskan komitmennya untuk membesarkan FKPPI Sulsel dengan menghadirkan eksistensi nyata di tengah masyarakat.
Ia memaparkan sejumlah agenda ke depan, mulai dari kegiatan Ramadan yaitu buka puasa bersama pembina, halal bihalal, kemah bakti, kegiatan olahraga, hingga sosialisasi program dan aplikasi organisasi kepada anggota.
“Dengan penuh rasa amanah, tawadu, dan istiqamah, saya mohon doa agar dapat memimpin FKPPI Sulsel dengan sebaik-baiknya selama lima tahun ke depan,” tutupnya.
Rapat Pleno Perdana PD XIX FKPPI Sulawesi Selatan resmi ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh hasil pleno dapat diwujudkan dalam kerja nyata dan berkesinambungan.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Makassar periode 2004–2014 sekaligus Dewan Penasehat FKPPI Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Pengurus Pusat FKPPI Andi Ilhamsyah Mattalatta, Sekretaris Nawir Rahman, serta seluruh jajaran pengurus FKPPI Sulawesi Selatan.
