28/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

BGN Tutup 833 Dapur MBG, 261 Pegawai Non-ASN Dipecat

3 min read
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan program MBG.
BGN Tutup 833 Dapur MBG, 261 Pegawai Non-ASN Dipecat
Ilustrasi. Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar operasional.

Advertisement
Banner Bapenda Makassar

Selain itu, BGN juga menangguhkan atau memecat 261 pegawai non-ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan program MBG sekaligus bentuk penerapan prinsip zero tolerance terhadap setiap pelanggaran.

Advertisement
Banner DPRD Sulsel

“Kami menangguhkan 261 pegawai non-ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin, memproses sembilan kasus pelanggaran berat yang melibatkan ASN dan PPPK, serta memberikan sanksi administratif terhadap 39 kasus pelanggaran ringan,” ujar Sudaryono di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Selain melakukan penindakan terhadap sumber daya manusia, BGN juga menghentikan operasional 833 dapur MBG yang dinilai belum memenuhi standar operasional.

Dari total tersebut, sebanyak 98 SPPG berada di Wilayah I (Sumatra), 311 SPPG di Wilayah II (Jawa dan Madura), serta 424 SPPG di Wilayah III yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.

Ditemukan Pelanggaran Standar Operasional

Menurut Sudaryono, penangguhan operasional 833 dapur MBG dilakukan setelah ditemukan berbagai pelanggaran.

Pelanggaran tersebut meliputi standar kebersihan dan sanitasi yang tidak terpenuhi, kualitas makanan yang tidak sesuai ketentuan, hingga fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi persyaratan.

“SPPG yang ditangguhkan benar-benar dihentikan operasionalnya sampai memenuhi standar yang telah ditetapkan. Berbeda dengan sebelumnya, dapur yang ditangguhkan tidak lagi menerima pembayaran. Ini adalah bentuk ketegasan kami dalam menjaga kualitas Program MBG,” tegasnya.

Meski demikian, Sudaryono memastikan penutupan sementara ratusan dapur MBG tidak akan mengganggu pelayanan kepada para penerima manfaat.

BGN telah menyiapkan mekanisme redistribusi layanan ke dapur MBG lain agar peserta didik tetap memperoleh makanan bergizi sesuai jadwal.

Ia juga menegaskan bahwa langkah pembenahan tersebut dilakukan untuk melindungi ribuan mitra dan petugas SPPG yang selama ini bekerja secara profesional dan berintegritas.

“Kami tidak ingin pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap ribuan mitra dan petugas yang selama ini bekerja secara jujur dan profesional. Yang bekerja baik akan kami apresiasi, sedangkan yang melanggar akan kami tindak tegas sesuai aturan,” ujar politikus Gerindra itu yang juga mantan Wakil Menteri Pertanian.

BGN menegaskan akan terus memperkuat sistem pengawasan internal dan meningkatkan standar operasional di seluruh SPPG guna memastikan program MBG berjalan secara aman, berkualitas, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.