25/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Polisi Tangkap 108 Mahasiswa UMI usai Peringati Amarah Berakhir Ricuh

2 min read
Demo tragedi Amarah yang dilakukan oleh mahasiswa UMI dari berbagai fakultas ini berujung bentrok dengan pengemudi Ojek online (Ojol).
Sejumlah mahasiswa dan senjata tajam diamankan polisi usai demo memperingati Tragedi Amarah di depan Kampus UMI, Kota Makassar, Jumat (24/4/2026). (Foto: Istimewa/HO)

Majesty.co.id, Makassar – Sebanyak 108 orang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia atau UMI diamankan usai menggelar demo memperingati 30 tahun tragedi April Makassar Berdarah (AMARAH) di depan kampusnya, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (24/4/2026) malam.

Demo tragedi Amarah yang dilakukan oleh mahasiswa UMI dari berbagai fakultas ini berujung bentrok dengan pengemudi Ojek online (Ojol).

Ketegangan itu bermula ketika massa mahasiswa UMI terus bertahan hingga malam hari.

Bukan hanya itu, mereka juga memblokade jalan dua arah yang mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Sekitar pukul 19.30 WITA massa Ojol mencoba membubarkan paksa mahasiswa kemudian aksi saling lempar terjadi diantara dua kubu. Setelahnya polisi tiba dan mengamankan kelompok mahasiswa.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana membenarkan jumlah mahasiswa yang mereka amankan tersebut.

“108 (Mahasiswa),” singkat Arya dalam keterangannya kepada Majesty, Sabtu (25/4/2026).

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin menambahkan, bahwa mahasiswa yang diamankan itu hanya dibawa ke Polrestabes Makassar dimintai keterangan. Ia menyebut mereka tidak ditahan.

“Tidak ada yang diamankan, cuma didata dan dimintai keterangan, setelah itu sudah pulang semua,” pungkasnya.

Sementara, kerusakan fasilitas kampus UMI yang ditimbulkan dari bentrokan mahasiswa dan Ojol ini seperti gerbang pintu keluar dirusak massa.

Sebelumnya diberitakan, aksi memperingati tiga dekade tragedi Amarah ini digelar untuk mengenang pelanggaran HAM berat di kampus UMI pada April 1996 silam.

Mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kedaerahan (Organda) menuntut keadilan atas jatuhnya korban jiwa di masa lalu serta menyoroti isu pembungkaman demokrasi saat ini

Jenderal Lapangan Aliansi se-Organda UMI, Alif Nugraha, menegaskan bahwa aksi ini juga membawa keresahan terkait teror yang dialami aktivis mahasiswa di Makassar

“Mengingat 3 dekade Amarah April Makassar Berdarah, di mana hari ini kami mengangkat beberapa isu. Yang pertama itu persoalan pembungkaman demokrasi yang banyak terjadi di Indonesia, terutama kasus saudara kami Andrie Yunus dan beberapa kawan-kawan aktivis Makassar yang merasakan teror dari aparat kepolisian,” pungkas Alif Nugraha.


Penulis: Suedi

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.