Pabrik Pupuk Organik di Wotu Luwu Timur Dibangun Awal 2026
3 min read
Ilustrasi pabrik pupuk organik. Gambar dibuat oleh AI Generate. (Foto: Majesty.co.id/Arya)
Majesty.co.id, Makassar – Pabrik pupuk organik bakal di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Ground breaking proyek ini dijadwalkan pada awal tahun 2026.
Pabrik pupuk organik di Luwu Timur akan dibangun oleh PT Dana Daya Sejahtera (DDS). Perusahaan telah meneken kesepakatan dengan pemerintah setempat.
Pada Selasa (23/12/2025), perwakilan Pemkab Luwu Timur berkunjung ke pabrik PT DDS di Yogyakarta.
Kunjungan tersebut untuk melihat langsung sistem produksi dan teknologi pabrik pupuk organik yang digunakan.
Kunjungan itu juga merupakan tindak lanjut dari MoU yang Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Direktur PT DDS, Ni Wayan Sritini pada Senin (29/9/2025).
Wayan Sritini mengatakan, PT DDS tertarik membangun pabrik organik di Luwu Timur setelah melihat besarnya potensi pertanian di daerah berjuluk Bumi Batara Guru.
“Saat pertama kali datang, kami melihat hamparan sawah yang sangat luas. Kami memang mencintai dunia pertanian dan fokus pada pertanian organik,” kata Wayan Sritini dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
“Dari situ kami menilai Luwu Timur sangat potensial menjadi basis pertanian organik,” imbuh Wayan.

Pabrik pupuk organik tersebut bakal berlokasi di Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare.
PT DDS telah mengembangkan pabrik pupuk di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Kalimantan, dan Sumatera.
Pada tahap awal, pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi sekitar 15 ton pupuk organik per hari, atau setara 390 ton per bulan, jika dikali 26 hari produksi dalam sebulan.
Adapun nilai investasi masih dalam tahap perhitungan karena pengembangan dilakukan secara bertahap.
“Kami ingin berjalan step by step. Jika hasilnya bagus dan kebutuhan meningkat, tentu investasi akan kami tambah,” jelasnya.
Penanggung jawab Proyek PT DDS Luwu Timur, Dwi Puji Astuti, menjelaskan bahwa bahan baku pupuk organik akan memanfaatkan limbah organik lokal yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Mulai dari sekam padi, bongkol dan pelepah sawit, dedaunan, sisa tanaman, hingga sampah rumah tangga non-plastik. Banyak potensi di sekitar kita yang selama ini terbuang,” ungkap Dwi.
Pabrik ini akan menggunakan teknologi Nutrinow berbasis bioteknologi pico, yang diklaim mampu memperbaiki struktur tanah secara cepat, termasuk lahan yang sebelumnya tercemar bahan kimia.
“Dalam satu kali tanam saja hasilnya sudah terlihat. Tanah yang rusak bisa kembali subur dan hasil panennya tetap organik,” tambahnya.
Sementara itu, Iwhan, Tenaga Ahli Pupuk Organik PT DDS, menyebutkan bahwa penggunaan pupuk organik ini tidak hanya memperbaiki kesuburan tanah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan produktivitas hasil panen petani.
Dalam jangka panjang, proyek pabrik pupuk organik ini diproyeksikan mampu menyerap 20-an tenaga kerja lokal untuk tahap pertama, namun akan bertambah seiring dengan peningkatan kapasitas produksi.
Mediator Luwu Timur, Sahidin Halun, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan dukungan penuh terhadap investasi tersebut.
“Luwu Timur sangat terbuka terhadap investasi. Ini bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga sosial. Apalagi pabrik pupuk organik dengan teknologi seperti ini belum ada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Pembangunan pabrik pupuk organik ini direncanakan dimulai setelah seluruh proses perizinan dan administrasi rampung, yang ditargetkan pada Januari 2026.
Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan hingga pabrik siap beroperasi.
“Harapannya, ekonomi daerah bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkas Sahidin.
