24/04/2026

Majesty.co.id

News and Value

Siap-Siap Macet! Mahasiswa UMI akan Demo Peringati 30 tahun Tragedi Amarah

3 min read
Demo mahasiswa UMI memperingati 3 dekade tragedi Amarah bisa memicu kemacetan lalu lintas kendaraan. Khususnya di sekitar kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.
Arsip. Mahasiswa UMI menggelar long march memperingati tragedi Amarah pada 24 April 2019 di Kota Makassar. (Foto: CakrawalaIDE)

Majesty.co.id, Makassar – Sejumlah kelompok mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) bakal menggelar aksi unjuk rasa memperingati 30 tahun tragedi April Makassar Berdarah atau Amarah pada Jumat (24/4/2026).

Demo mahasiswa UMI memperingati 3 dekade tragedi Amarah bisa memicu kemacetan lalu lintas kendaraan. Khususnya di sekitar kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Aksi peringatan 30 tahun tragedi Amarah melibatkan sejumlah mahasiswa. Salah satunya Aliansi Organisasi Daerah (Organda) se-UMI dengan perkiraan massa mencapai 1.000 orang.

Dalam salinan surat pemberitahuan demo kepada kepolisian, massa dijadwalkan mulai bergerak pada pukul 14.00 WITA dengan titik utama aksi tepat di depan gerbang Kampus UMI.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Ada lima poin tuntutan utama yang diusung oleh Aliansi Organda se-UMI. Di antaranya menolak keberadaan dan aktivitas aparat di lingkungan kampus, mendesak transparansi pihak kampus dalam menangani berbagai kasus internal, serta menolak keras penertiban titik kumpul organisasi mahasiswa.

“Aksi ini akan melibatkan seluruh elemen yang tergabung dalam Aliansi Organda se-UMI dan dilaksanakan secara tertib, damai, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan etika,” tulis pernyataan resmi aliansi tersebut dalam seruan aksinya dikutip pada Jumat.

Selain Organda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UMI juga mengeluarkan seruan aksi serupa.

Mereka memulai titik kumpul lebih awal, yakni pukul 13.00 WITA, dengan fokus menuntut pengadilan bagi pelanggar HAM serta mengkritik pembungkaman ruang ekspresi dan sejarah di lingkungan kampus.

BEM Fakultas Hukum UMI menekankan bahwa aksi ini merupakan panggilan sejarah untuk menolak lupa atas peristiwa yang terjadi pada tahun 1996 silam.

Mereka mengajak mahasiswa untuk turun ke jalan menggunakan jaket almamater sebagai bentuk sikap dan keberanian.

“1996 bukan cerita lama. Ia adalah pengingat bahwa ketika kekuasaan melampaui batas, mahasiswa selalu jadi garis depan atau justru jadi korban pertama,” bunyi seruan aksi BEM FH UMI di Instagram.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, khususnya pada sore hari ini.

Pada tahun-tahun sebelumnya, demo peringatan Amarah digelar dengan long march dari Kampus UMI ke TPU Panaikkang, tempat salah satu korban dimakamkan.

Kemudian berlanjut di TPU Dadi di Jalan Amirullah, Kelurahan Maricaya, Kota Makassar. Salah satu korban juga dikuburkan di sini.

Aksi peringatan Amarah merupakan agenda tahunan mahasiswa Makassar untuk mengenang jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa bentrokan mahasiswa dan aparat tiga puluh tahun silam.

Melansir berbagai sumber, tragedi Amarah dipicu demo mahasiswa UMI menolak kenaikan tarif angkot berujung bentrok pada 24-25 April 1996.

Demo mahasiswa saat itu direspons pemerintah dengan mengarahkan aparat militer ke dalam kampus UMI dengan 3 panser.

Akibatnya demo berujung bentrokan yang mengakibatkan 3 mahasiswa UMI meninggal dunia.

Tiga mahasiswa UMI yang meninggal dunia yaitu Andi Sultan Iskandar, 22 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi UMI, Syaiful Bya, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Teknik Arsirektur UMI serta Tasrief, 21 tahun, mahasiswa Fakultas Ekonomi/Studi Pembangunan UMI.

Dua korban di antaranya ditemukan di Sungai Pampang.

Tragedi Amarah dikenang sebagai pelanggaran HAM berat yang terjadi dua tahun sebelum Reformasi.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.