Potret Appi dengan Setelan Biru di Momen Penurunan Bendera HUT RI
3 min read
Kolase. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memakai baju adat pada Upacara Penurunan Bendara HUT ke-81 Republik Indonesia. (Foto: Diskominfo Makassar)
Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi tampil mengenakan pakaian adat Bugis berwarna biru saat upacara penurunan duplikat Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Upacara penurunan bendera berlangsung di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (17/8/2026) sore.
Appi tampil mengenakan jas tutu berwarna biru dongker yang dipadukan dengan sarung sabbe corak labba, yakni sarung sutra khas Bugis dengan perpaduan warna biru, kuning, dan oranye.
Penampilan tersebut turut memperkuat nuansa budaya dalam rangkaian peringatan kemerdekaan di Kota Makassar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham tampil mengenakan baju bodo sederhana berwarna coklat.

Busana adat juga terlihat dikenakan jajaran keluarga besar Pemerintah Kota Makassar hingga keluarga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang hadir dalam upacara tersebut.
Selain busana adat, perhatian juga tertuju pada penampilan 70 anggota Paskibraka Kota Makassar. Mereka membawakan formasi barisan yang terinspirasi dari stupa Candi Borobudur.
Formasi tersebut menggambarkan kekuatan yang tidak selalu ditunjukkan melalui cara-cara keras, tetapi melalui ketenangan, kewibawaan, fokus, dan keanggunan dalam setiap gerakan.
Perpaduan pakaian adat dan formasi Paskibraka yang mengangkat simbol budaya Nusantara membuat upacara penurunan bendera tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
Momen tersebut sekaligus menjadi perayaan keberagaman, persatuan, serta semangat bersama untuk membangun Kota Makassar dan Indonesia.
Appi memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani latihan fisik dan mental sebelum menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, penampilan Paskibraka membutuhkan konsentrasi, kedisiplinan, serta kerja sama yang tinggi.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh Paskibraka beserta seluruh tim yang bekerja dengan sangat baik pada saat hari ini,” tutur Appi.
Bagi Appi, kerja keras Paskibraka bukan hanya terlihat saat pelaksanaan upacara. Proses latihan yang mereka jalani juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan kecintaan terhadap bangsa, kata dia, merupakan nilai yang diharapkan terus dibawa para anggota Paskibraka dalam kehidupan sehari-hari.
Aliyah Mustika Ilham juga menilai momentum kemerdekaan bukan sekadar ajang mengenang perjuangan para pahlawan. Menurutnya, peringatan kemerdekaan menjadi pengingat untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi tentang bagaimana kita meneruskan perjuangan itu melalui kerja nyata. Mari kita jaga persatuan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan Kota Makassar dan Indonesia. Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam setiap langkah dan pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Aliyah.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
