Camat Burau Lutim Kerahkan Jajarannya Bersihkan Material Longsor di Cendana
2 min read
Aparat pemerintah dibantu warga membersihkan material longsor yang sempat memutus jalan penghubung Desa Jalajja dan Desa Cendana di Burau, Luwu Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Majesty.co.id/Huzein)
Majesty.co.id, Luwu Timur — Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menyebabkan longsor di Desa Cendana pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Akibat peristiwa tersebut, akses jalan penghubung Jalajja menuju Desa Cendana sempat terputus total karena tertutup material longsor berupa tanah, pasir, bebatuan, hingga batang pepohonan.
Beberapa jam pasca kejadian itu, proses evakuasi dan pembersihan material longsor mulai dilakukan sejak Sabtu pagi (16/05/2026).
Pemerintah Kecamatan Burau bersama masyarakat turun ke lokasi untuk gotong royong membuka akses jalan sementara.

Camat Burau, Darlin Rauf, saat ditemui di lokasi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta warga setempat guna mempercepat penanganan longsor.
“Sejak pagi masyarakat bersama pemerintah, dan Babinsa melakukan gotong royong untuk membuka akses sementara agar kendaraan roda dua bisa melintas. Mengingat hari ini adalah hari pasar, kami berupaya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ungkap Darlin Rauf.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya menurunkan armada pemadam kebakaran untuk membantu menyiram material longsor agar lebih mudah dibersihkan.
Selain itu, Pemerintah Kecamatan Burau telah berkoordinasi dengan pihak PTPN untuk segera menurunkan alat berat guna mempercepat proses pengangkatan material longsor.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PTPN agar alat berat segera diturunkan sehingga akses jalan bisa kembali terbuka total. Sambil menunggu alat berat tiba, kami terus melakukan gotong royong bersama masyarakat,” tambahnya.
Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung. Warga diimbau tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.
Penulis : Huzein
