15/06/2026

Majesty.co.id

News and Value

Farid Saenong ulas Kurikulum Cinta Kemenag di Forum SKK Kopri PMII Makassar

2 min read
Kehadiran Farid Saenong memberikan perspektif yang komprehensif mengenai arah gerakan perempuan.
Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Farid Saenong (tengah) sebagai pembicara Sekolah Kader KOPRI (SKK) Kopri PMII Makassar. (Foto: Istimewa)

Majesty.co.id, Makassar — Sekolah Kader KOPRI (SKK) yang digelar KOPRI PMII Kota Makassar menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Farid Saenong.

Farid Saenong mengulas materi bertajuk “KOPRI dan Sinergi Gerakan Multisektoral”. Acara tersebut berlangsung di Kota Makassar, Senin (15/6/2026).

Kehadiran Farid Saenong memberikan perspektif yang komprehensif mengenai arah gerakan perempuan di tengah dinamika sosial, politik, dan kebudayaan yang terus berkembang.

Farid Saenong menjelaskan bahwa gerakan perempuan saat ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan isu-isu global yang berkaitan dengan kesetaraan, keadilan sosial, perdamaian, serta pembangunan berkelanjutan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Gerakan tersebut kemudian diterjemahkan dalam konteks nasional hingga lokal melalui berbagai bentuk pengorganisasian masyarakat, advokasi kebijakan, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas.

Farid menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial.

Oleh karena itu, organisasi kader perempuan seperti KOPRI perlu terus memperkuat kapasitas kader, membangun jejaring lintas sektor, serta menghadirkan gerakan yang adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Dalam sesi diskusi, Farid Saenong juga mengaitkan nilai-nilai perjuangan KOPRI dengan gagasan Kurikulum Cinta yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurutnya, terdapat kesamaan nilai yang kuat antara keduanya, yaitu membangun sikap saling menghormati, toleransi, kemanusiaan, persaudaraan, serta komitmen untuk merawat keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kurikulum Cinta pada dasarnya mengajarkan bagaimana nilai kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, dan semangat kemanusiaan menjadi fondasi dalam membangun kehidupan berbangsa. Nilai-nilai tersebut juga hidup dan berkembang dalam gerakan KOPRI,” kata Farid Saenong dalam keterangan tertulis.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KOPRI PMII Kota Makassar, Misnawati menyatakan siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Kemenag dalam mengimplementasikan berbagai program yang sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perempuan muda sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan ruang-ruang dialog, pendidikan, dan pemberdayaan yang inklusif.

Misnawati menyampaikan bahwa materi yang disampaikan menjadi penguatan penting bagi kader dalam memahami posisi strategis KOPRI di tengah berbagai isu kontemporer.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk memperluas dampak gerakan perempuan di masyarakat.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.