Sidrap “Diserbu” Pasukan Terjun Payung Kostrad
3 min read
Aksi penerjun payung prajurit TNI dari Divisi Infanteri 3 Kostrad di Sidrap, Sulsel. (Foto: Istimewa)
Majesty.co.id, Sidrap – Langit Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng di Kabupaten Sidrap, Sulsel, “diserbu” pasukan terjun payung prajurit TNI Divisi Infanteri 3 Kostrad pada Kamis (10/9/2026).
Aksi prajurit Kostrad itu merupakan Terjun Payung Penyegaran Statik yang sudah dijadwalkan mendarat di Sidrap.
Terjun payung ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kostrad di Sidrap, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan dan kesiapsiagaan prajurit.
Momen itu disaksikan langsung Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayor Jenderal TNI Wulang Nur Yudhanto. Di sana, ia sidampingi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang hadir memakai seragam Komcad.
Selain penerjunan, rangkaian kegiatan juga diisi bakti sosial berupa pembagian 200 paket sembako kepada masyarakat serta panen raya di Kelurahan Kanyuara.
Mayjen Wulang Nur Yudhanto mengatakan, pasukan yang disiapkan untuk penerjunan tersebut selanjutnya akan berangkat ke Malaysia pada 26 September untuk mengikuti kegiatan latihan bersama.
Menurutnya, kegiatan di Sidrap tidak hanya berkaitan dengan kemampuan militer, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Kami juga harus mampu hadir di tengah masyarakat dan dituntut paham dengan kondisi lingkungan masyarakat,” katanya.
Ia menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
“Besar harapan saya kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat, tapi juga menjadi pondasi yang semakin memperkokoh tali silaturahmi, mempererat kekeluargaan, memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat Kabupaten Sidrap yang akan terus kita jaga dan kita lanjutkan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas kegiatan Kostrad di Kanyuara. Ia mengatakan kehadiran Pangdivif 3 Kostrad juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pertanian Sidrap.
Syaharuddin mengatakan, Sidrap saat ini tercatat sebagai salah satu daerah lumbung beras di Indonesia. Ia menyebut produksi gabah Sidrap meningkat dari sekitar 400 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 700 ribu ton pada 2025.
Khusus di Kelurahan Kanyuara, luas areal sawah mencapai 1.229 hektare dengan rata-rata hasil panen 9–10 ton per hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdivif 3 Kostrad bersama Bupati Sidrap juga melihat kondisi persawahan dari udara. Wulang mengatakan, dari atas terlihat upaya penyediaan air yang membuat persawahan di Sidrap tetap hijau di tengah kondisi El Niño.
“Saya dengan Bapak Bupati naik helikopter. Ternyata benar ada air yang bisa ditarik sampai ke pelosok. Di wilayah lain cokelat, ternyata di Sidrap semua masih hijau,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekda Andi Rahmat Saleh, Dandim 1420/Sidrap Letkol Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, PJU Divisi Infanteri 3 Kostrad, perwakilan DPRD, jajaran Kodim 1420/Sidrap, kepala OPD terkait, Forkopimcam Watang Sidenreng, Persit, masyarakat setempat, serta undangan lainnya.
PEMBERITAHUAN HAK CIPTA: Seluruh konten yang dipublikasikan di Majesty.co.id dilindungi dan tidak diperkenankan untuk diambil, disalin, didistribusikan, dipublikasikan ulang, maupun digunakan untuk keperluan crawling atau pengindeksan otomatis oleh sistem AI tanpa izin tertulis dari Redaksi Majesty.co.id.
