10/07/2026

Majesty.co.id

News and Value

Bupati Luwu Timur Terima Hasil Pembangunan JIAT, Usulkan Enam Titik Baru pada 2026

2 min read
Pemkab Luwu Timur juga mengusulkan enam titik pembangunan JIAT baru untuk 2026 guna memperkuat ketahanan pangan.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam (kedua kiri) pada serah terima Jaringan Irigasi Air Tanah di kantor Balai Pompengan, Makassar. (Foto: Diskominfo Lutim)

Majesty.co.id, Makassar – Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menerima hasil pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar, Kamis (9/7/2026).

Pada kesempatan itu, Pemkab Luwu Timur juga mengusulkan enam titik pembangunan JIAT baru untuk 2026 guna memperkuat ketahanan pangan.

Penyerahan hasil pembangunan JIAT merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk mendukung swasembada pangan.

Irwan mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pompengan Jeneberang atas pelaksanaan Program SIPURI yang memfasilitasi pemerintah daerah mengusulkan pembangunan infrastruktur irigasi.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

“Melalui program ini, pemerintah daerah dapat mengusulkan lokasi pembangunan sumur bor atau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Untuk tahun 2025, Kabupaten Luwu Timur memperoleh tiga titik pembangunan, yakni dua titik di Desa Lamaeto dan satu titik di Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, dengan nilai pagu fisik sebesar Rp5,4 miliar,” ujar Irwan.

Ia mengatakan sumur bor berperan penting dalam menjamin ketersediaan air bagi petani, terutama saat musim kemarau dan di lahan kering.

Untuk 2026, Pemkab Luwu Timur kembali mengusulkan enam titik pembangunan JIAT, masing-masing dua titik di Kecamatan Wotu, Wasuponda, dan Towuti dengan nilai usulan Rp10 miliar.

“Usulan tersebut telah melalui proses verifikasi oleh pihak balai dan pemerintah pusat. Besar harapan kami agar usulan tahun 2026 ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan kegiatan fisiknya dapat segera terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi mengatakan pembangunan JIAT tahun 2025 telah rampung setelah usulan daerah melalui aplikasi SIPURI disetujui pemerintah pusat.

Menurutnya, pemeliharaan jaringan irigasi perlu mendapat perhatian, terutama terkait penyediaan sumber energi, baik tenaga surya, listrik, maupun kombinasi keduanya, yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing lokasi. (Ril/Adv)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.