Warga Tamalanrea Demo Tolak PSEL di DPRD Sulsel, Dewan Janji Perjuangkan
2 min read
Anggota DPRD Sulsel, Mahmud, berdiri di mobil komando saat menerima massa GERAM PSEL di depan kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, Selasa (9/6/2026). (Foto: Majesty.co.id/Arya Wicaksana)
Majesty.co.id, Makassar – Kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, dikepung warga Tamalanrea, Selasa (9/6/2026).
Warga Tamalanrea mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menolak (GERAM) datang ke DPRD Sulsel menolak proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Proyek ini bakal dibangun di dekat rumah mereka.
Aspirasi warga Tamalanrea tolak PSEL di kantor DPRD Sulsel diterima oleh legislator Fraksi NasDem, Mahmud.
Mahmud berkantor di DPRD Sulsel mewakili daerah pemilihan atau Dapil Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, Panakkukang dan Manggala.
Di depan warga Kampung Mulabaru, Tama’lalang, dan Perumahan Alamanda, Mahmud menegaskan sikap berdiri bersama masyarakat Tamalanrea menolak proyek PSEL PLTSA.
“Sebagai anggota DPRD Sulsel dari Tamalanrea, saya di sini terpilih karena bapak ibu sekalian, maka saya secara tegas menolak pembangunan PLTSA didekat rumah warga di Tamalanrea,” tutur Mahmud di atas mobil komando massa Gerakan Rakyat Menolak (GERAM) PSEL Tamalanrea.
Sebagai tindak lanjut aspirasi warga Tamalanrea, Mahmud memastikan akan mendorong komisi terkait di DPRD Sulsel untuk menggelar rapat dengar pendapat atau RDP.
Surat aspirasi Geram Tolak PSEL atau warga Tamalanrea telah diterima bagian aspirasi DPRD Sulsel untuk ditindak lanjuti.
“Nanti kami atur untuk RDP, karena kami sebagai perwakilan saja dan nanti komisinya adalah yang membidangi lingkungan. Insya Allah saya kawal masalah ini sampai tuntas demi masyarakat,” tutur Mahmud.
Hampir 1 jam menyampaikan tuntutannya, massa Geram Tolak PSEL Warga Tamalanrea membubarkan diri dan melanjutkan aksi unjuk rasa di Balai Kota Makassar.
Proyek PSEL bakal dibangun di Kawasan Tamalanrea Makassar berdasarkan permintaan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa. Inu merupakan proyek strategis nasional atau PSN.
Proyek PSEL di Tamalanrea bakal digarap perusahaan asal China yaitu SUS Shanghai Holding Limited bersama konsorsium Shanghai SUS Environment Co. Ltd dan PT Grand Puri Indonesia.
