10/06/2026

Majesty.co.id

News and Value

Legislator Gerindra Geram, Pimpinan Diduga Tekan Kepsek SMA-SMK Sulsel untuk Mundur

2 min read
Andi Tenri Indah yang juga Ketua Gerindra Gowa menilai, dugaan kepsek mundur atas perintah pimpinan adalah bentuk penyalahgunaan kewenangan.

Majesty.co.id

Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Fraksi Gerindra, Andi Tenri Indah menyampaikan keterangan pers kepada wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: Majesty.co.id/Arya)

Majesty.co.id, Makassar – Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Fraksi Gerindra, Andi Tenri Indah, geram mendengar dugaan kepala sekolah SMA-SMK Negeri yang dipaksa oleh pimpinan.

Andi Tenri Indah yang juga Ketua Gerindra Gowa menilai, dugaan kepsek mundur atas perintah pimpinan adalah bentuk penyalahgunaan kewenangan.

“Kalau menyuruh orang mengundurkan diri, itu penyalahgunaan wewenang kekuasaan. Ini perlu investigasi. Apa maksud dan tujuanny?” kata Andi Tenri Indah dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Ia mempertanyakan logika di balik pengunduran diri yang disebut terjadi secara serentak.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan adanya tekanan tertentu.

“Apakah secara logika kalau itu murni kemauan sendiri? Kenapa ini bisa serentak? Apa maksud dan tujuannya? Ini penyalahgunaan wewenang kekuasaan ,” ujarnya.

Andi Tenri Indah juga menegaskan, apabila ditemukan adanya unsur abuse of power atau penyalahgunaan wewenang kekuasaan, maka pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara serius.

Komisi E DPRD Sulsel, lanjutnya, dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pihak Dinas Pendidikan Sulsel guna meminta penjelasan terkait isu tersebut.

“Kalau memang ada abuse of power, tentu ini harus dibuka secara terang. Kami akan memanggil Dinas Pendidikan untuk menjelaskan secara rinci dan detail terkait persoalan ini,” pungkas Tenri Indah.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kepsek SMA-SMK Pemprov Sulsel melepas jabatan diduga karena perintah pimpinan.

Dugaan itu mencuat setelah beredarnya format surat pengunduran diri di WhatsApp Grup yang beranggotakan kepsek.

Dugaan tersebut ditampik Kepala Disdik Sulsel Iqbal Najamuddin. Menurutnya, kepsek mundur atas permintaan sendiri tanpa tekanan.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.