06/05/2026

Majesty.co.id

News and Value

Makassar Cari Imam Masjid yang Toleran, Bukan Cuma Khatam Al-Qur’an

3 min read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan bahwa standar utama seorang imam masjid tidak bisa ditawar.
Suasana seleksi calon imam masjid tingkat kelurahan se-Kota Makassar yang digelar di Masjid Balai Kota Makassar, Rabu (6/5/2026). (Foto: Diskominfo Makassar)

Majesty.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan komitmen Pemerintah Kota menghadirkan imam masjid di kelurahan yang berkualitas melalui proses seleksi yang ketat, objektif dan berintegritas.

Penegasan tersebut disampaikan Appi dalam sambutannya saat membuka kegiatan Seleksi Calon Imam Masjid Kelurahan yang digelar oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (6/5/2026).

Advertisement
Berita DPRD Sulsel

Appi itu menekankan bahwa standar utama seorang imam masjid tidak bisa ditawar.

Appi secara tegas menyebut bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan syarat mutlak yang tidak bisa dikompromikan.

Advertisement
Ikuti Saluran WhatsApp Majesty.co.id

Selain kompetensi keagamaan, Appi juga menggarisbawahi pentingnya sikap toleransi.

Menurutnya, imam bukan hanya pemimpin ibadah, tetapi juga figur sosial yang harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat yang heterogen di Kota Makassar.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Imam harus hadir sebagai penyejuk,” kata Appi.

Lebih jauh, Appi menegaskan bahwa peran imam sangat strategis dan tidak terbatas pada memimpin salat lima waktu.

Appi menginginkan masjid dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, ruang musyawarah sosial, hingga wadah pembentukan generasi muda Qur’ani.

“Ketika persoalan masyarakat dibawa ke masjid, di situlah seharusnya masalah itu selesai. Ini fungsi sentral imam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Appi mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak ingin lagi menerima keluhan masyarakat terkait kinerja imam.

Karena itu, proses seleksi harus benar-benar menghasilkan sosok yang memiliki moral, integritas, serta visi kuat dalam membangun umat.

Tak hanya itu, ia turut menekankan pentingnya kemampuan manajerial bagi seorang imam.

Menurutnya, imam adalah pemimpin yang harus mampu mengelola organisasi masjid secara efektif bersama pengurus.

“Kalau kita bicara imam, kita bicara pemimpin. Kalau pemimpin, kita bicara manajemen. Ujungnya adalah outcome. Apa yang dihasilkan oleh masjid itu harus jelas dan maksimal,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap sportif selama proses seleksi berlangsung.

Ia menolak adanya narasi negatif dari peserta yang tidak lolos terhadap mereka yang terpilih. Namanya seleksi pasti ada yang lulus dan tidak.

“Tapi jangan yang tidak lulus justru memberi sinyal negatif. Kita butuh kekompakan untuk membangun masjid yang berkualitas,” katanya.

Kepada panitia pelaksana, Appi turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia berharap seluruh tahapan seleksi berjalan lancar, transparan.

Dan mampu menghasilkan imam-imam berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan spiritual masyarakat Kota Makassar.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2023 © Majesty.co.id | Newsphere by AF themes.